Sholihuddin Kembali Pimpin ISNU Kabupaten Kediri, Siapkan Transformasi Digital dan Database Sarjana NU

Sholihuddin kembali terpilih sebagai Ketua ISNU Kabupaten Kediri periode 2026-2030. ISNU menyiapkan transformasi digital melalui database sarjana NU, literasi AI, penguatan PAC, serta program pemberda

Juni 8, 2026 - 14:01
Sholihuddin Kembali Pimpin ISNU Kabupaten Kediri, Siapkan Transformasi Digital dan Database Sarjana NU

KEDIRI - Penguatan tradisi keilmuan yang berpadu dengan inovasi digital menjadi fokus utama kepemimpinan Sholihuddin, M.Pd., setelah kembali terpilih sebagai Ketua PC ISNU Kabupaten Kediri periode 2026-2030. Dalam Konferensi Cabang (Konfercab) V yang digelar di Aula SDNU Kecamatan Ngasem, Minggu (7/6/2026), organisasi para sarjana Nahdlatul Ulama itu menegaskan komitmennya untuk menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi keilmuan dan nilai-nilai ke-NU-an.

Terpilihnya kembali Sholihuddin menandai keberlanjutan agenda transformasi organisasi yang telah berjalan selama periode sebelumnya. Konfercab kali ini mengusung tema “Penguatan Tradisi Keilmuan sebagai Basis Transformasi Organisasi di Era Digital”, sebuah tema yang mencerminkan upaya ISNU dalam memperkuat peran intelektual NU di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Dalam laporan pertanggungjawabannya, Sholihuddin mengakui masih terdapat sejumlah program yang belum berjalan optimal. Namun, ia mengapresiasi berbagai capaian organisasi, terutama keberhasilan membentuk 23 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari target 26 PAC di seluruh Kabupaten Kediri.

“Ini menjadi pondasi vital untuk menjangkau lebih luas hingga kecamatan dan mengefektifkan program-program ISNU,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan struktur organisasi menjadi langkah strategis agar program-program ISNU dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.

Selama periode sebelumnya, berbagai bidang organisasi telah menjalankan program yang beragam. Di bidang keilmuan, ISNU rutin menggelar seminar, diskusi, dan kajian ke-NU-an yang terbuka untuk masyarakat umum. Sementara di bidang ekonomi, organisasi aktif melakukan pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.

Bidang pendidikan juga diperkuat melalui sejumlah program kolaboratif, termasuk kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Slumbung. Di sektor kesehatan, ISNU mengembangkan podcast edukatif, sedangkan bidang digital fokus pada pelatihan public speaking serta kaderisasi melalui program Duta ISNU. Adapun bidang hukum menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk penyelenggara pemilu, dalam memberikan edukasi demokrasi kepada masyarakat.

Sholihuddin juga menyinggung kontribusi para pendahulunya dalam membangun fondasi organisasi. Ia menyebut kepemimpinan sebelumnya telah memberikan warna tersendiri, mulai dari penguatan sinergi ekonomi hingga pengembangan tradisi halaqah dan diskusi intelektual.

“Pengalaman itu menjadi modal penting untuk melanjutkan estafet kepemimpinan yang lebih tajam dan strategis,” katanya.

Ke depan, ISNU Kabupaten Kediri berencana memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen, mulai dari badan otonom NU, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga dunia usaha. Sejumlah kerja sama telah berjalan, seperti pendampingan sertifikasi halal dan penyelenggaraan workshop bersama lembaga pendidikan tinggi.

“Kita harus mempertemukan kualifikasi dan peluang. Sarjana NU adalah sumber daya yang luar biasa dan harus dikelola agar ilmunya benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas Sholihuddin.

Selain penguatan organisasi hingga tingkat kecamatan, ISNU juga mulai menyiapkan sejumlah program berbasis teknologi. Beberapa di antaranya adalah pembangunan database sarjana NU, pengembangan platform digital organisasi, literasi kecerdasan buatan (AI), pendampingan UMKM berbasis teknologi, hingga pembentukan pusat kajian yang mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah dan masyarakat.

Program-program tersebut dinilai penting agar ISNU tetap relevan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Meski demikian, Sholihuddin menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan. Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun karakter organisasi yang tangguh, adaptif, dan mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan.

“Semangat resilience harus melekat. Kita harus mampu bangkit, beradaptasi, dan terus bergerak di tengah berbagai keterbatasan. Dengan itu, ISNU Kabupaten Kediri akan menjadi rumah besar bagi sarjana NU yang kreatif, inovatif, dan bermanfaat luas,” ujarnya.

Konfercab V ISNU Kabupaten Kediri menjadi momentum konsolidasi sekaligus awal babak baru bagi organisasi dalam memperkuat peran intelektual Nahdlatul Ulama di bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan transformasi digital. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow