Sekolah di Minab Hancur Diserang AS, UNESCO Sebut Pelanggaran Berat Hukum Humaniter

UNESCO mengecam serangan terhadap sekolah dasar perempuan di Minab, Iran selatan, yang dilaporkan menewaskan 165 orang. Lembaga PBB itu menyebut insiden tersebut sebagai pelanggaran berat hukum humani

Maret 3, 2026 - 21:00
Sekolah di Minab Hancur Diserang AS, UNESCO Sebut Pelanggaran Berat Hukum Humaniter

JAKARTA Badan PBB untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO) mengecam keras serangan militer Amerika Serikat yang menghantam sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, Sabtu (28/2/2026).

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan ratusan orang, sebagian besar pelajar yang tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Sekolah yang dikenal sebagai Shajareh Tayyebeh Girls’ School itu dilaporkan hancur saat proses pembelajaran berlangsung. Serangan terjadi di tengah eskalasi militer antara Iran dan pasukan yang didukung Amerika Serikat serta Israel sejak Sabtu lalu.

Media pemerintah Iran, IRNA, melaporkan korban tewas mencapai 165 orang dengan 96 lainnya luka-luka. Mayoritas korban dilaporkan merupakan siswa perempuan berusia anak-anak.

Namun, jumlah pasti korban belum dapat diverifikasi secara independen. Proses pencarian dan pendataan masih berlangsung, sementara laporan dari berbagai sumber menunjukkan perbedaan angka.

Dalam pernyataan resminya pada 1 Maret 2026, UNESCO menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Lembaga itu menyatakan bahwa pembunuhan siswa di tempat yang seharusnya menjadi ruang belajar merupakan pelanggaran serius terhadap perlindungan sekolah berdasarkan hukum humaniter internasional.

UNESCO menegaskan bahwa serangan terhadap institusi pendidikan tidak hanya membahayakan siswa dan tenaga pendidik, tetapi juga merusak hak atas pendidikan. Lembaga tersebut mengingatkan seluruh pihak yang terlibat konflik agar mematuhi kewajiban melindungi sekolah dan pelajar, sebagaimana diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2601 (2021).

Desakan penyelidikan independen dan transparan atas serangan tersebut terus menguat di tingkat internasional. Sejumlah tokoh hak asasi manusia dan pejabat global menyerukan pertanggungjawaban atas jatuhnya korban sipil, khususnya anak-anak.

Selain korban jiwa, dampak konflik juga dilaporkan menyasar situs budaya. Pada Senin (2/3/2026), Istana Golestan di Teheran—yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO—dilaporkan mengalami kerusakan akibat puing dan gelombang kejut serangan udara di kawasan sekitar alun-alun Arag yang berada di zona penyangga situs tersebut.

UNESCO menyatakan terus memantau situasi warisan budaya di Iran dan kawasan sekitarnya. Organisasi itu telah menyampaikan koordinat geografis situs-situs Warisan Dunia dan lokasi penting nasional kepada seluruh pihak terkait untuk mencegah potensi kerusakan.

UNESCO juga mengingatkan bahwa properti budaya dilindungi hukum internasional, termasuk Konvensi Den Haag 1954 tentang Perlindungan Kekayaan Budaya dalam Konflik Bersenjata serta Konvensi 1972 tentang Perlindungan Warisan Budaya dan Alam Dunia. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow