Ramadan Dongkrak Ekonomi Warga Sunter, Pedagang Takjil Raup Jutaan

Suasana Ramadan membawa perubahan di kawasan perempatan Jalan Sunter Permai, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Februari 28, 2026 - 15:30
Ramadan Dongkrak Ekonomi Warga Sunter, Pedagang Takjil Raup Jutaan

JAKARTA Suasana Ramadan membawa perubahan di kawasan perempatan Jalan Sunter Permai, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejak sepekan terakhir, deretan lapak takjil musiman bermunculan di sekitar Gedung Mitra Praja Sunter dan menjadi pusat keramaian menjelang waktu berbuka puasa.

Aneka gorengan, kolak, bubur manis hingga minuman segar berjajar di sisi jalan. Kehadiran para pedagang tersebut menjadi peluang usaha tahunan yang dinanti, sekaligus alternatif bagi warga yang mencari menu berbuka dengan harga terjangkau.

Salah satu pedagang, Hindun (52), mengaku hanya membuka lapak di lokasi tersebut selama Ramadan. Pada hari biasa, ia memproduksi kue dan menitipkannya ke sejumlah warung.

“Berjualan di sini hanya saat Ramadan dengan menjual beraneka takjil,” kata Hindun, Jumat (27/2).

Dalam menjalankan usahanya, Hindun kerap dibantu sang anak. Namun, jika anaknya bekerja, ia mengerjakan seluruh proses produksi hingga penjualan seorang diri. Setiap hari, ia membuat sekitar 50 hingga 70 potong takjil, menyesuaikan kemampuan produksi.

Adapun jenis makanan yang dijual meliputi gorengan seharga Rp2.500 hingga Rp3.000, kolak dan aneka bubur Rp7.000, kue tradisional seperti talam, donat, bolu kukus, dan dadar gulung Rp3.000 sampai Rp5.000, serta aneka mi Rp5.000 per porsi.

Menurut Hindun, omzet hariannya berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp700 ribu. Sebagian keuntungan tersebut kembali diputar sebagai modal belanja bahan baku. Di lapaknya, ia juga menerima titipan kue dari anak yatim sebagai bentuk saling membantu selama Ramadan.

Ia menilai, tingkat kunjungan pembeli tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun lalu. “Sekarang sudah seminggu berjualan dan setiap hari dagangan habis,” ujarnya.

Tak jauh dari lapak Hindun, Arjuna (47), warga Sunter Muara, menjual aneka minuman seperti jus, es buah, dan es teler dengan harga Rp6.000 per bungkus. Selama Ramadan, ia memindahkan lokasi berjualannya ke kawasan tersebut karena dinilai lebih ramai dibanding hari biasa saat ia berjualan di depan SMP Negeri 116 Jakarta.

Dalam sehari, Arjuna mampu menjual 200 hingga 500 bungkus minuman, tergantung tingkat keramaian. Ia dibantu dua rekannya dalam melayani pembeli.

“Omzet harian bisa lebih dari Rp1 juta,” ujarnya.

Sejumlah pembeli mengaku terbantu dengan keberadaan lapak takjil di kawasan tersebut. Fitri (36), warga Papanggo, mengatakan rutin membeli takjil di lokasi itu bersama anaknya saat menunggu waktu berbuka.

Sementara itu, Dwiki (33), pekerja di ruko sekitar lokasi, menilai banyaknya pilihan menu dengan harga yang relatif terjangkau memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan berbuka puasa.

Keberadaan pedagang musiman ini tidak hanya menambah semarak Ramadan di Sunter Permai, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan bagi pelaku usaha kecil yang memanfaatkan momentum tahunan tersebut. (*)

 

Pewarta: Abdul Mutakim

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow