Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih, Pemkab Gresik Rayakan dengan Kirab Adipura

Ribuan warga Gresik tumpah ruah menyambut kirab penghargaan "Menuju Kabupaten Bersih" dari KLH. Bupati Fandi Akhmad Yani tegaskan pengelolaan sampah jadi tanggung jawab bersama.

Februari 27, 2026 - 17:30
Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih, Pemkab Gresik Rayakan dengan Kirab Adipura

GRESIK Ribuan warga memadati ruas jalan utama Gresik untuk menyambut kepulangan Bupati Gresik usai menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta, Jumat (27/2/2026). Penghargaan berupa Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih itu diarak keliling kota sebagai simbol kebanggaan bersama.

Suasana meriah tampak sepanjang rute kirab yang dimulai dari Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), melintasi Jalan Veteran dan Jalan Panglima Sudirman, lalu berakhir di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP).

Warga berdiri di tepi jalan, melambaikan tangan dan mengabadikan momen tersebut sebagai bentuk apresiasi atas capaian di bidang pengelolaan lingkungan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyebut raihan ini sebagai kado istimewa menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-52 Pemerintah Kabupaten Gresik dan Hari Jadi Kabupaten Gresik ke-539.

“Ini bukan sekadar penghargaan. Ini adalah pengingat bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan masing-masing. TPA sudah kita benahi, formatnya sudah ada. Sekarang kita mulai dari sekolah, minimal 30 menit sebelum masuk kelas untuk bersih-bersih lingkungan,” ujarnya.

Gus Yani menegaskan, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan semua elemen. Misalnya, lembaga pendidikan didorong menjadi pusat edukasi pengolahan sampah, masyarakat diminta aktif memilah sampah dari rumah, dan perusahaan diajak turut mendukung

Bupati-Gresik-Fandi-Akhmad-2.jpg

Dalam sektor perizinan perumahan, Pemkab Gresik juga akan mewajibkan penyediaan tempat pembuangan sampah sementara (TPS3R).

"Selain itu, pengelolaan sampah di lingkungan pesantren mulai dianggarkan agar sampah dapat dipilah disana," terangnya.

Bupati Yani juga mencontohkan Desa Randuboto yang dinilai berhasil dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk gerakan satu rumah satu biopori. Desa tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi desa lain. Hal serupa juga dilakukan Kelurahan Sukorame melalui program kampung proklim. 

"Kedua desa dan kelurahan itu jadi percontohan, dan hari ini kami beri kado dan mendapat bantuan motor pengangkut sampah roda tiga," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Subaidah, menuturkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

“Ini bukan hanya keberhasilan DLH, tetapi hasil kolaborasi pemerintah dan masyarakat," katanya.

Dia menjelaskan, penghargaan tahun ini diraih melalui proses penilaian ketat. Dari 420 kabupaten/kota se-Indonesia yang dinilai, tidak ada satu pun daerah yang meraih predikat Pengelolaan Sangat Bersih maupun Pengelolaan Bersih.

“Hanya 35 daerah secara nasional yang meraih predikat Kabupaten/Kota Bersertifikat atau Menuju Kabupaten/Kota Bersih, dan Kabupaten Gresik menjadi salah satunya,” jelas Sri. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow