Puncak Libur Sekolah, Di Tengah Hari Sudah 6 Ribu Wisatawan Padati Pantai Karang Jahe Rembang
Sejak pagi hari, kawasan wisata ini telah dipadati oleh pengunjung yang tidak hanya berasal dari wilayah Rembang, melainkan juga dari berbagai daerah sekitarnya.
REMBANG - Momen libur sekolah tahun ini dimanfaatkan oleh ribuan wisatawan untuk berlibur bersama keluarga.
Salah satu destinasi yang menjadi magnet utama kunjungan adalah objek wisata Pantai Karang Jahe yang terletak di Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Sejak pagi hari, kawasan wisata ini telah dipadati oleh pengunjung yang tidak hanya berasal dari wilayah Rembang, melainkan juga dari berbagai daerah sekitarnya.
Hamparan pasir putih yang luas, panorama pantai terbuka, serta ombak yang relatif tenang menjadi daya tarik utama bagi para pelancong.
Selain menikmati pemandangan laut, pengunjung juga tampak menikmati berbagai wahana permainan yang disediakan untuk anak-anak dan keluarga.
Sektor ekonomi warga sekitar pun kecipratan berkah. Lonjakan kunjungan ini membawa dampak positif yang signifikan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat, mulai pedagang makanan dan minuman hingga penyedia jasa sewa permainan.
Ketua Unit Pengelola Wisata Pantai Karang Jahe, Taufikur Rohmah, mengungkapkan bahwa puncak kunjungan wisatawan terjadi pada Minggu (5/7/2026).
Berdasarkan data pengelola hingga pukul 12.00 WIB, jumlah pengunjung tercatat sudah menembus angka 6.018 orang.
"Minggu awal kemarin mungkin masih masa kedatangan pemudik dari luar kota, jadi belum seramai hari ini ," kata Taufikur saat ditemui di kantor, Minggu, (5/7/2026).
"Sebagai perbandingan, minggu lalu dalam sehari penuh kunjungan mencapai kisaran 7.000 orang. Hari ini baru tengah hari sudah tembus enam ribu lebih, jadi kunjungannya membeludak sekali," sambungnya.
Ia menambahkan, para wisatawan didominasi dari wilayah sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur, seperti Purwodadi, Blora, Grobogan, Demak, Kudus, Semarang, Bojonegoro, Jatirogo, hingga Tuban.
Banyak di antara mereka yang memanfaatkan momen libur panjang sekolah ini sekaligus untuk pulang kampung. Terlebih, tarif tiket masuk ke Pantai Karang Jahe dinilai sangat ramah di kantong.
Pihak pengelola memprediksi kepadatan pengunjung masih akan bertahan hingga Sabtu pekan depan, sebelum akhirnya kembali normal pada Minggu karena masyarakat mulai bersiap kembali beraktivitas sekolah dan bekerja pada hari Seninnya.
Selama musim libur sekolah ini, pengelola menegaskan tidak ada kenaikan harga tiket masuk.
Tarif yang diberlakukan tetap menggunakan standar akhir pekan (weekend), yaitu Rp5.000 untuk sepeda motor, Rp25.000 untuk mobil, Rp35.000 untuk Travel/Elf, Rp60.000 untuk bus sedang, dan Rp130.000 untuk bus besar.
Rencana Penataan Fasilitas
Pantai Karang Jahe memiliki panjang bentang pantai sekitar 1,6 kilometer, di mana 1 kilometer di antaranya dikelola aktif untuk aktivitas wisata dengan kapasitas maksimal mencapai 10.000 pengunjung.
Di area tersebut, terdapat lebih dari 100 warung serta sejumlah pedagang asongan.
Guna meningkatkan kenyamanan, pihak pengelola berencana melakukan relokasi dan merapikan los-los asongan di sebelah musala setelah musim libur ini usai.
Langkah ini juga menindaklanjuti arahan dari tim asistensi Polda Jawa Tengah demi estetika dan keteraturan tempat wisata.
Selain itu, jumlah wahana permainan dibatasi maksimal dua jenis usaha per Kepala Keluarga (KK) agar area pantai tidak terlampau padat.
Senada dengan hal tersebut, Direktur BUMDes Punjulharjo, H. Rifai, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas loyalitas para wisatawan yang terus memilih Karang Jahe sebagai destinasi liburan.
"Kami juga mengimbau wisatawan untuk selalu menjaga keamanan," ujar H Rifai, sembari memohon maaf atas segala kekurangan pelayanan selama masa puncak kunjungan ini.
"Jika ada hal yang kurang berkenan atau kehilangan barang, silakan langsung melapor ke pos pengaduan atau kantor pengelola di sebelah barat pintu masuk agar bisa segera kami tindak lanjuti," lanjutnya.
Arahan Dinbudpar Rembang
Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, menekankan pentingnya prioritas pelayanan prima dari seluruh pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) selama musim libur sekolah.
Melalui tim yang melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di lapangan, Dinbudpar menitikberatkan pada beberapa poin krusial.
"Pertama adalah pelayanan yang ramah dan peduli. Kedua, kebersihan lokasi termasuk manajemen pengelolaan sampah harus dijaga ketat. Ketiga, harga makanan atau produk yang dijual harus tetap standar, tidak boleh dikepruk (overpriced)," tegas Isti.
Ia juga meminta pengelola mengantisipasi keterbatasan lahan parkir dengan opsi menyewa lahan di sekitar lokasi, serta memastikan tidak ada produk makanan kedaluwarsa yang dijual kepada wisatawan.
Lebih lanjut, Dinbudpar Rembang terus melakukan pembinaan berkelanjutan agar tempat wisata di Rembang menerapkan konsep pariwisata ramah muslim, salah satunya dengan penyediaan toilet dan tempat wudhu yang terpisah antara laki-laki dan perempuan.
"Meskipun kondisinya bertahap karena karakteristik tiap DTW berbeda-beda, kami terus mengedukasi, mendengarkan kesulitan pengelola, dan bersama-sama mencari solusi terbaik demi kenyamanan pariwisata di Rembang," pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?