Polres Majalengka Siapkan Pos Mudik, Bupati Target Tekan Angka Kecelakaan
Pos-pos tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan cepat, baik dalam hal pengamanan, informasi lalu lintas, maupun bantuan darurat selama mudik.
MAJALENGKA Jelang pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, jajaran Polres Majalengka, Polda Jawa Barat, bersama pemerintah daerah di Kabupaten Majalengka mulai memperkuat kesiapan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran. Berbagai langkah antisipatif disiapkan guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi, menegaskan pentingnya kesiapan seluruh personel serta dukungan sarana dan prasarana dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan yang kerap muncul saat momentum mudik Lebaran.
Menurutnya, sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi antara lain kepadatan arus lalu lintas di jalur utama, kecelakaan lalu lintas, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), hingga kemungkinan terjadinya bencana alam di beberapa titik wilayah.
Sebagai langkah konkret, Polres Majalengka akan menyiapkan sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu di berbagai titik strategis yang menjadi jalur utama perlintasan pemudik di wilayah Kabupaten Majalengka.
Keberadaan pos-pos tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat, baik dalam hal pengamanan, informasi lalu lintas, maupun bantuan darurat selama perjalanan mudik.
"Melalui rapat koordinasi ini diharapkan seluruh unsur yang terlibat dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal, sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah hukum Polres Majalengka dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar AKBP Rita Suwadi, Rabu (11/3/2026)
Sementara itu, Pemerintah Daerah Majalengka juga memberikan perhatian serius terhadap upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran.
Jika pada tahun sebelumnya angka kecelakaan berhasil ditekan hingga sekitar 30 persen, maka pada Operasi Ketupat Lodaya 2026 pemerintah menargetkan penurunan yang lebih signifikan hingga 10 persen.
Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menegaskan bahwa target tersebut hanya dapat tercapai apabila seluruh pihak bekerja secara bersama-sama dan menjalankan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar setiap potensi persoalan di lapangan dapat diantisipasi sejak dini. Dalam rapat koordinasi lintas sektoral tersebut, berbagai kesiapan teknis juga mulai dipaparkan oleh masing-masing instansi.
Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diminta mempresentasikan langkah dan strategi yang telah disiapkan, mulai dari rekayasa lalu lintas, kesiapan personel, hingga dukungan sarana dan prasarana guna mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Majalengka. (*)
Apa Reaksi Anda?