Polbangtan Malang Gelar Bimtek di Tulungagung, Bahas Inovasi Pakan Budidaya Ternak

Polbangtan Malang Gelar Bimtek di Tulungagung, Bahas Inovasi Pakan Budidaya Ternak ... ...

Juni 9, 2023 - 20:40
Polbangtan Malang Gelar Bimtek di Tulungagung, Bahas Inovasi Pakan Budidaya Ternak

TIMESINDONESIA, TULUNGAGUNG – Sesuai arahan Menteri Pertanian RI (Mentan RI) Syahrul Yasin Limpo bahwa meski pandemi covid-19, pertanian tidak boleh berhenti sekejap pun, peran petani dan penyuluh sangat penting untuk pertanian.

“Penyuluh harus mendampingi petani. Agar produksi pertanian dapat tetap terjaga. Karena, pertanian harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat,” kata Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan RI, Dedy Nursyamsi mengutarakan hal serupa. “Penyuluh harus memberikan kemampuan dalam memberikan pendampingan dan pengawalan di lapangan. Mereka harus memastikan produksi tetap berlangsung,” katanya.

Dukungan tersebut diwujudkan dengan Kementan melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) yang berkolaborasi dengan Komisi IV DPR-RI menggelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan dan kapasitas SDM Pertanian dalam berusaha tani demi tercapainya peningkatan kesejahteraan.

Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan pada Kamis (8/6/2023) di Dome's Café and Resto, Kabupaten Tulungagung. Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Polbangtan Malang yang diwakili oleh Ketua Jurusan Peternakan, Wahyu Windari, Anggota Komisi IV DPR RI, Endro Hermono,  Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung, Triwidyono Agus Basuki, serta 100 orang peserta yang terdiri dari petani dan penyuluh pertanian di kab. Tulungagung. Tema kegiatan Bimtek yang diusung kali ini adalah “Inovasi Pakan Silase dan Budidaya Ternak”

Wahyu Windari menyatakan bahwa kegiatan Bimtek ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kepedulian Institusi dan Pemerintah kepada petani untuk meningkatkan kapasitas SDM Pertanian dalam rangka mendukung peningkatan peran sektor pertanian dalam pembangunan nasional. 

Selain itu, sebagai lembaga pendidikan, Polbangtan Malang juga ikut andil dalam mencetak atau menyiapkan calon penyuluh handal dan wirausahawan muda pertanian. Dia berharap jika hasil dari Bimtek yang diikuti oleh petani dan penyuluh ini tidak hanya berhenti pada selesainya kegiatan tersebut. 

"Namun dapat diaplikasikan dan disebarluaskan kepada petani lainnya, sehingga terbangun sebuah keberlanjutan inovasi," ujar Wahyu Windari.

Anggota Komisi IV DPR RI, Endro Hermono, menyampaikan bahwa Komisi IV adalah mitra Kementan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani. Melalui Bimtek ini diharapkan terjadi peningkatan kapasitas petani dan penyuluh. 

Bimtek-Polbangtan-2.jpg

Endro berharap petani dan penyuluh yang mengikuti Bimtek tidak hanya menyimpan ilmu atau teknologi baru yang didapat, namun perlu diteruskan hingga pada implementasi di lapangan, agar kemanfaatan hasil Bimtek yang diperoleh lebih optimal. 

Hal itu sesuai dengan semboyan yang digaungkan, yaitu mewujudkan petani yang tangguh, ulet, dan kreatif. Petani tangguh, lanjut dia, artinya petani yang tidak pantang menyerah menghadapi masalah yang dihadapi, berdedikasi dan komitmen yang tinggi.

Petani ulet artinya petani tidak mudah putus asa yang disertai kemauan keras dalam berusaha mencapai tujuannya, disertai sikap rajin dan bersungguh-sungguh. 

"Dan petani kreatif artinya petani memiliki kemampuan memodifikasi sedemikian rupa untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian maupun kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru di bidang pertanian," kata Endro.

Triwidyono Agus Basuki menyampaikan bahwa Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tulungagung menyambut baik kegiatan Bimtek ini. Hal tersebut dikarenakan dengan adanya kesiapan SDM yang lebih kompeten, maka peningkatan produktivitas, kualitas, dan jaminan kontinuitas produk pertanian dapat diwujudkan. 

Dia menyebutkan bahwa petani harus bangga akan pekerjaannya, karena tidak ada yang namanya “mantan petani”, bahkan petani sangat berjasa dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat. 

Di Kabupaten Tulungagung tercatat ± 97 ribu penduduknya bekerja sebagai petani. Lebih lanjut ditambahkan bahwa ± 40% hasil pertaniannya digunakan untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional. 

Namun demikian, beberapa permasalahan yang dihadapi saat ini adalah persoalan kelangkaan pupuk dan teknologi pertanian modern yang belum optimal penerapannya. 

"Oleh karena itu, hendaknya peserta juga aktif dalam diskusi dengan narasumber untuk menyerap ilmu dan inovasi apa saja yang dimiliki, agar wawasan petani meningkat," ujarnya.

Dr. Dewi Ratih Ayu Daning, S.Pt., M.Sc, selaku pemateri yang berasal dari Polbangtan Malang menyampaikan materi  “Inovasi Pembuatan Pakan Silase dan Budidaya Ternak Sapi Potong” menyebutkan bahwa budidaya sapi potong memiliki keunggulan karena menghasilkan bibit sapi potong berkualitas, daging dan produk ikutannya, serta limbah ternaknya. 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kunci sukses dalam beternak sapi potong antara lain: (1) menyusun rencana secara akurat, (2) menerapkan strategi komprehensif, (3) mengoptimalkan potensi sumberdaya, (4) meningkatkan/ mengupdate teknologi dan ilmu terapan, serta (5) melakukan evaluasi dan analisa terukur. 

Dalam budidaya sapi potong, perlu diperhatikan kuantitas dan kualitas pakannya, karena pakan mempunyai peran untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, seperti pertumbuhan, produksi, reproduksi, hingga untuk kepentingan kesehatan ternak. 

Pemberian pakan yang tepat dan berkualitas dapat meningkatkan pertumbuhan dan potensi keunggulan genetis pada sapi yang dipelihara sehingga dapat meningkatkan hasil produksi agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan. 

Pemberian pakan yang tepat dan berkualitas harus dilakukan secara konsisten. Secara garis besar pakan ternak sapi potong terbagi atas pakan utama yaitu; hijauan, pakan penguat (konsentrat), dan pakan tambahan (feed suplement). 

Hijauan merupakan bahan pakan utama dari ternak sapi potong. Hijauan pakan ternak yang ketersediaannya sangat berlimpah pada musim penghujan dapat diberdayakan untuk mengantipasi kesulitan hijauan pakan ternak saat memasuki musim kemarau. 

"Teknologi silase adalah suatu teknologi untuk mengawetkan hijauan pakan ternak sehingga pakan tersebut dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama," ujarnya. 

Dia menjelaskan, selain pakan menjadi awet, teknologi silase dapat mengurangi terjadinya kehilangan nutrisi yang ada pada hijauan sehingga dapat digunakan sebagai pakan pada masa kesulitan mendapatkan hijauan segar. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow