PHRI Bantul Soroti Penurunan Kunjungan Wisata, Minta Pemkab Perkuat Promosi dan Inovasi
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Bantul (PHRI Bantul) Yohanes Hendra, menanggapi menurunnya kunjungan pariwisata di Kabupaten Bantul yang dinilai kalah bersaing dibandingkan da
BANTUL Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Bantul (PHRI Bantul) Yohanes Hendra, menanggapi menurunnya kunjungan pariwisata di Kabupaten Bantul yang dinilai kalah bersaing dibandingkan daerah lain, khususnya Gunungkidul.
Menurutnya, tingkat kunjungan wisata ke Bantul masih tertinggal, sementara Gunungkidul justru terus mengalami peningkatan signifikan.
.
Ia menyebut, keberhasilan Gunungkidul tidak lepas dari penataan destinasi dan strategi promosi yang dinilai lebih optimal. Selain itu, hadirnya sejumlah destinasi buatan yang viral turut menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan untuk berkunjung.
“Penataan dan promosi di Gunungkidul memang lebih baik. Ditambah adanya destinasi buatan yang viral, sehingga mampu menarik minat wisatawan,” ujar Yohanes, Senin (30/3/2026).
Kondisi ini, lanjutnya, menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemerintah Kabupaten Bantul untuk melakukan introspeksi, khususnya dalam hal promosi pariwisata.
Ia menekankan, Bantul tidak bisa hanya mengandalkan destinasi yang sudah ada, tetapi perlu melakukan inovasi dan pengembangan.
Menurut Yohanes, salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah mendorong kerja sama dengan investor guna menghadirkan destinasi wisata buatan baru yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan.
Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta seluruh pemangku kepentingan juga dinilai penting untuk mengoptimalkan promosi secara bersama-sama.
“Perlu kolaborasi semua stakeholder, baik pemerintah daerah maupun provinsi, agar promosi pariwisata Bantul bisa lebih masif dan menarik kembali kunjungan wisatawan,” tegasnya.
Ia pun berharap Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul dapat mengambil langkah strategis agar kunjungan wisata kembali meningkat seperti sebelumnya, sehingga sektor pariwisata di Bumi Projotamansari kembali bergeliat (*)
Apa Reaksi Anda?