Pesawat Tanker C-135 Jatuh di Irak, AS Merahasiakan Informasinya
Hampir semua jenis pesawat tempur armada angkatan udaranya dikerahkan, termasuk pesawat tanker C-135 yang jatuh di Irak kemarin.
JAKARTA Satu dari dua pesawat tanker KC-135 milik Angkatan Udara Amerika Serikat dengan lima awaknya yang menjadi pendukung pesawat-pesawat tempur dalam membombardir Iran, Kamis (12/3/2026) kemarin jatuh di Irak
Namun Komando Pusat Amerika Serikat cepat-cepat mengatakan bahwa jatuhnya pesawat tersebut bukan disebabkan oleh tembakan musuh atau tembakan dari pihak sendiri.
Para pejabat Amerika Serikat, seperti dilansir Washington Post belum mengatakan apakah ada korban jiwa yang terkonfirmasi. Mereka hanya mengatakan, bahwa sampai kini upaya penyelamatan sedang berlangsung.
Dalam pernyataan singkatnya, Komando Pusat AS mengungkapkan, insiden tersebut terjadi wilayah sekutu, Irak. Satu pesawat tanker lainnya yang juga jenis KC-135 dikatakan mendarat dengan selamat. Komando Pusat AS adalah yang mengawasi operasi militer di seluruh kawasan Timur Tengah.
Tiga pejabat yang berbicara dengan syarat anonim karena ini berbicara masalah yang sensitif meminta kesabaran yang berkelanjutan untuk mengumpulkan detail tambahan dan memberikan kejelasan bagi keluarga para anggota militer.
Pesawat KC-135 Stratotanker membawa awak minimal tiga orang, seorang pilot, kopilot dan operator boom, yaitu orang yang bertanggungjawab mengawasi pengisian bahan bakar pesawat tempur atau pesawat lain di udara. Tetapi pesawat ini juga bisa membawa navigator, atau anggota awak tambahan lainnya, tergantung misi yang dijalankannya.
Pesawat pengisian bahan bakar ini menjadi andalan sejak pemerintahan Donald Trump tiba-tiba menyerbu Iran pada tanggal 28 Februari lalu. Selama dua minggu terakhir, pasukan Amerika Serikat telah melakukan serangan udara tanpa henti terhadap lebih dari 6000 sasaran di Iran, termasuk lokasi rudal baalistik, pertahanan udara Iran dan fasilitas produksi senjata.
Pengisian bahan bakar di udara adalah salah satu misi militer paling kompleks, sekaligus paling kritis karena jumlah bahan bakar yang bisa dibawa oleh jet tempur terbatas dan seberapa cepat mereka menghabiskan tangki mereka.
Ketika jet-jet tempur melakukan serangannya, pesawat tanker sering berada di udara sebagai pendukungnya. Begitu misi pengisian bahan bakar dimulai, pilot pesawat tanker harus menjaga pesawatnya yang besar itu terbang dalam keadaan stabil serta menjaga jarak dekat, saat operator di bagian belakang mengendalikan boom dengana joysticknya, perlahan menurunkannyake pesawat yang mendekat.
Hal ini pada dasarnya berbahaya, dan telah terjadi banyak kecelakaan selama bertahun-tahun dimana pendekatan yang salah mengakibatkan kerusakan atau kematian , termasuk kecelakaan Korp Marinir AS di Jepangpada tahun 2018 dimana jet tempur F/A-18 bertabrakan dengan pesawat tanker C-130 saat menjalani proses pengisian bahan bakar. Enam orang tewas.
Hingga kini masih belum jelas dari mana pesawat tanker yang terlibat dalam kecelakan hari Kamis kemarin itu lepas landas.
Pentagon hanya memberikan informasi terbatas tentang tempat mereka memarkir pesawat tanker itu karena khawatir akan menjadi sasaran serangan balasan dari Iran.
Februari lalu, sebelum melakukan serangan terhadap Iran, Amerika Serikat telah memindahkan sejumlah besar pesawat militernya ke Eropa, menjauhi jangkaua rudal balistik Iran, dan itu termasuk pesawat pengisian bahan bakar di udara yang ditempatkan di pulau Kreta, Yunani.
Kecelakaan pesawat tanker C-135, Kamis kemarin merupaka insiden kedua selama mereka melakukan serangan terhadap Iran. Sebelumnya dilaporkan, kapal induk USS Gerald F Ford juga mengalami kebakaran di area pencucian utama.
Sejauh ini Amerik Serikat mengakui tujuh tentaranya mati akibat tembakan balasan drone Iran. Enam orang mati akibat serangan di pelabuhan di Kuwait, 1 Maret 2026 lalu. Satu lagi mati setelah mendapat perawatan seminggu setelah mengalami luka oleh serangan di Arab Saudi.
Amerika Serikat mengerahkan 50.000 tentaranya dan bersama Israel menyerang Iran. Hampir semua jenis pesawat tempur armada angkatan udaranya dikerahkan, termasuk pesawat tanker C-135 yang jatuh di Irak kemarin. (*)
Apa Reaksi Anda?