Perluas Perspektif Global, Polbangtan Malang Gelar Kuliah Umum Atase Pertanian
Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang menggelar kuliah umum bertajuk Human Resources Capability in Supporting Export Activities
MALANG - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang menggelar kuliah umum bertajuk Human Resources Capability in Supporting Export Activities, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan Atase Pertanian KBRI Brussel, Winarti Halim, dan Atase Pertanian Washington DC, Danang Budi Santoso, serta dilaksanakan secara hybrid, baik daring maupun luring di Ruang Diorama Polbangtan Malang. Kuliah umum diikuti sivitas akademika dan terbuka untuk masyarakat umum.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian sekaligus memperluas wawasan global terkait peluang dan tantangan ekspor komoditas pertanian Indonesia. Peserta memperoleh pemahaman langsung mengenai standar internasional, strategi penetrasi pasar, serta pentingnya inovasi di tengah perkembangan teknologi.
Dalam paparannya, Winarti Halim menekankan pentingnya standar keamanan pangan sebagai kunci utama menembus pasar Eropa. Menurutnya, Uni Eropa merupakan pasar dengan regulasi paling ketat, khususnya terkait residu pestisida dan aspek kesehatan.
“Jika produk mampu menembus pasar Eropa yang terdiri dari 27 negara, maka peluang untuk masuk ke pasar global lainnya akan semakin terbuka,” ujarnya.
Ia juga mendorong generasi muda untuk terus berinovasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). “Ciptakan inovasi dan jangan takut gagal. Dari beberapa inovasi, satu yang berhasil dapat menjadi pintu menuju kesuksesan,” tambahnya.
Winarti juga menyoroti minimnya petani muda di Eropa, yang membuka peluang bagi tenaga kerja sektor pertanian. Selain itu, ia mencontohkan strategi negara seperti India dan China yang mengirimkan mahasiswa ke luar negeri untuk menguasai teknologi, kemudian kembali membangun inovasi di negaranya.
Sementara itu, Danang Budi Santoso memaparkan dinamika ekspor komoditas pertanian Indonesia ke Amerika Serikat. Berdasarkan data periode 2014–2023, tren ekspor cenderung fluktuatif, dengan peningkatan signifikan pada 2022 dan penurunan pada 2023. Komoditas unggulan yang mendominasi pasar Amerika antara lain kopi dan kelapa.
Selain itu, Indonesia juga berupaya memperluas pasar untuk komoditas nanas yang dinilai memiliki kualitas unggul, meskipun saat ini masih banyak diekspor dalam bentuk olahan seperti produk kalengan.
Danang menambahkan, pelaku ekspor perlu memperhatikan kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang dinamis, termasuk perubahan tarif impor yang dapat memengaruhi daya saing produk.
Oleh karena itu, kata dia, kesiapan SDM yang adaptif dan memahami regulasi internasional menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja ekspor. (*)
Apa Reaksi Anda?