Perkuat Swasembada Jagung Nasional, ASBENAS Kirim 200 Ton Jagung Kualitas Pangan ke P3JI dan Industri Pangan Lain
ASBENAS menegaskan komitmen untuk memperkuat rantai pasok jagung nasional, terutama jagung pangan.
KEDIRI - Asosiasi Benih Nusantara (ASBENAS) menegaskan komitmen untuk memperkuat rantai pasok jagung nasional, terutama jagung pangan.
Mengambil start di Kediri, tepatnya di PT. Restu Agropro Jayamas, ASBENAS memberangkatkan 200 ton jagung kualitas pangan atau jagung industri untuk diserap anggota Perkumpulan Produsen Pemurni Jagung Indonesia (P3JI) dan Industri Pangan lainnya.
Selama ini jagung pangan sebagian besar di pasok melalui import dengan kebutuhan rata-rata 1,5 juta ton/ tahun.
"Sasaran P3JI yang kita kirim hari ini, ada yang ke anggota yang berada di Cilegon, lalu di Wonogiri, kemudian Krian serta sejumlah tempat lainnya," tutur Wakil Ketua ASBENAS Dedy Supriadi, Selasa, (30/06/2026).
Dedy menambahkan jagung yang dikirim adalah hasil produksi dari 14 perusahaan yang tergabung dalam ASBENAS.
Dengan setiap perusahaan rata-rata minimal memiliki satu varietas jagung. Jagung yang dikirim dipastikan memiliki kualitas tinggi, sesuai standar jagung pangan.
"Yang kita kirim varietasnya bermacam-macam. Tetapi kita sudah melakukan uji standar mutu kandungan dalam jagungnya, kandungan patinya, kandungan proteinnya, dan lain-lain. Dan itu kita pastikan bahwa varietas yang kita gunakan itu memenuhi syarat untuk kandungan yang ada di dalam jagung itu sesuai dengan kebutuhan spesifikasi jagung pangan," tambahnya.
Upaya ini adalah langkah konkret ASBENAS dalam mendukung upaya pemerintah mengurangi ketergantungan impor jagung pangan.
Selain itu, ASBENAS ingin memastikan dari hulu benih, budidaya petani, hingga hilirisasi industri dapat berjalan mandiri dan berkualitas dengan menjadikan prosesing benih sebagai role model untuk menghasilkan jagung dengan kualitas jagung pangan.
"Harapannya perusahaan benih itu bisa menjadi role model bagaimana mengolah jagung pangan sesuai standar yang dibutuhkan. Kemudian setelah menjadi role model, kemudian ini bisa ditiru oleh pegiat industri yang lain sehingga menjadi sebuah ekosistem. Yang nantinya tentunya supply chain-nya itu akan terbentuk dengan baik," ujar Dedy lagi.
Sinergi dengan Perusahaan Industri Pangan dan dukungan dari Kementan menjadi kunci keberlanjutan program ini. ASBENAS bersama dengan Kementerian Pertanian akan memberikan kontribusi yang nyata dalam memastikan hulunya disiapkan dengan baik melalui program bantuan benih menggunakan varietas unggul dan menerapkan sistem budidaya yang benar hingga program pembinaan pasca panen.
Direktur Perbenihan Tanaman Pangan di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati menegaskan hal tersebut merupakan bentuk kesiapan komitmen meningkatkan kapasitas agar kontribusi untuk ketahanan pangan nasional semakin besar ke depannya.
"Kami berkoordinasi dengan para produsen benih, khususnya, kemudian dengan P3JI agar ada koordinasi yang kuat antara stakeholder ini. Kita tidak memihak kepada siapapun, namun yang jelas siapa yang mempunyai potensi, mutunya bisa terjamin, kemudian juga P3JI-nya siap menerima, itu kita hubungkan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan menekan impor jagung pangan," ujarnya.
Pemberangkatan dihadiri oleh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) RI, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, perwakilan Pemerintah Kabupaten Kediri, TNI-POLRI serta jajaran pengurus ASBENAS.(*)
Apa Reaksi Anda?