Perkuat Program Global, UNIPMA Jalin Kerjasama Strategis dengan Kantor Imigrasi Madiun
UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) memperkuat komitmennya dalam pengembangan kampus berwawasan internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Kantor Imigrasi Kelas II Madiun.
MADIUN - UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) memperkuat komitmennya dalam pengembangan kampus berwawasan internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Kantor Imigrasi Kelas II Madiun. Kesepakatan tersebut ditandatangani di Laboratorium Terpadu UNIPMA Madiun, Selasa (19/5/2026), sebagai upaya mendukung kelancaran layanan keimigrasian sekaligus memperluas akses program akademik internasional bagi sivitas akademika.
Penandatanganan kerja sama itu menjadi langkah strategis dalam mendukung mobilitas mahasiswa dan dosen yang terlibat dalam berbagai kegiatan lintas negara, seperti pertukaran pelajar, kolaborasi riset, hingga program akademik bersama dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri.
Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan kuliah umum bertema “Kenali Imigrasi, Jelajahi Dunia” yang diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai peran keimigrasian dalam mendukung aktivitas pendidikan, perjalanan internasional, serta perlindungan warga negara di luar negeri.
Hadir dalam kegiatan itu Rektor UNIPMA Madiun Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., Wakil Rektor 3Dr. Jeffry Handhika, S.Si., M.Pd., M.Si., Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Dr. Sri Lestari, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran pimpinan universitas. Dari pihak Imigrasi, hadir Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun Arief Adi Prayogo, S.Kom., M.H., bersama sejumlah pejabat dan staf.
Dalam sambutannya, Rektor UNIPMA Madiun Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan dan kerja sama internasional. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa agar memiliki pengalaman belajar di tingkat global.
“Penguatan jejaring internasional menjadi salah satu prioritas universitas. Kami ingin mahasiswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi, belajar, dan berkolaborasi dengan institusi pendidikan dari berbagai negara,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan dari Kantor Imigrasi akan membantu memperlancar berbagai program internasional yang tengah dan akan dijalankan kampus, sehingga proses administrasi keimigrasian dapat berlangsung lebih efektif.
Sementara itu, Arief Adi Prayogo menyampaikan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan instansi pemerintah memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, kerja sama tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai aturan dan prosedur keimigrasian.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat tentang keimigrasian serta mendukung pelayanan yang semakin optimal,” katanya.
Melalui nota kesepahaman tersebut, kedua institusi berkomitmen mengembangkan berbagai program kolaboratif yang mendukung internasionalisasi pendidikan, peningkatan kualitas layanan publik, serta penguatan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan Program Kampus Berdampak yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. (*)
Apa Reaksi Anda?