Pemerintah Pangkas Bunga Pinjaman Mekaar Jadi 8%, Penyaluran KUR Jatim Tembus Rp27 Triliun
Bunga pinjaman Program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang selama ini berada di kisaran 20 persen, dipastikan memangkas drastis menjadi 8 persen.
JEMBER - Bunga pinjaman Program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang selama ini berada di kisaran 20 persen, dipastikan memangkas drastis menjadi 8 persen.
Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), M. Riza Damanik, saat mewakili Menteri dan Wakil Menteri UMKM di Festival kemudahan dan perlindungan usaha mikro kabupaten Jember 2026 dengan misi Legal, Terlindungi, Selasa (21/7/2026).
"Atas arahan bapak Presiden Prabowo Subianto, pinjaman Mekaar yang selama ini bunganya sekitar 20 persen, insyaAllah sudah diputuskan angkanya turun menjadi 8 persen," ujar Riza di hadapan ratusan pelaku usaha mikro.
Riza menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan hasil Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Pemerintah saat ini tengah menyiapkan seluruh regulasi dan infrastruktur kebijakan bersama pihak terkait, termasuk PT Permodalan Nasional Madani (PNM), agar tarif bunga baru tersebut bisa segera dinikmati oleh para nasabah," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Riza membeberkan porsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional yang terus menunjukkan tren positif pada tahun 2026 ini.
"Di tingkat nasional, penyaluran KUR telah mencapai Rp164 triliun dari target Rp290 triliun, yang dimanfaatkan oleh lebih dari 2,6 juta UMKM. Sedangkan di Jawa Timur menjadi penerima KUR terbesar di Indonesia dengan nilai penyaluran mencapai Rp27 triliun untuk 474 ribu UMKM dan Kabupaten Jember sendiri, berhasil menyerap anggaran KUR sebesar Rp1 triliun yang tersalurkan kepada 20 ribu UMKM," ungkap Riza.
Di Kabupaten Jember, sebesar 69 persen dari total penyaluran KUR dialokasikan khusus untuk sektor produksi, seperti pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan.
Tinggi porsi pembiayaan ke sektor produksi di Jember dinilai sangat selaras dengan program inkubasi pertanian yang digagas kolaborasi akademisi dan pemerintah daerah setempat.
Langkah ini juga mendukung penuh visi Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai swasembada pangan nasional.
"Presiden sudah terang-terangan mengatakan pentingnya memajukan sektor pertanian dan swasembada pangan. Kombinasi pembiayaan yang tepat dan inkubasi usaha ini adalah langkah nyata untuk mendorong UMKM kita naik kelas," pungkas Riza. (*)
Apa Reaksi Anda?