Pemerintah KLU Alokasikan Rp17,8 Miliar untuk Bangun Perkantoran dan Layanan Air Bersih

Pemkab Lombok Utara gelontorkan Rp17,8 miliar untuk enam proyek fisik, mulai pembangunan kantor Inspektorat, BPBD, youth center, gapura, penembokan masjid hingga layanan air bersih di Bayan.

April 27, 2026 - 23:31
Pemerintah KLU Alokasikan Rp17,8 Miliar untuk Bangun Perkantoran dan Layanan Air Bersih

LOMBOK UTARA - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,8 miliar untuk pembangunan infrastruktur gedung pemerintahan hingga pelayanan air bersih untuk masyarakat. 

"Anggaran itu terbagi ke enam pembangunan fisik dengan biaya bervariasi," ungkap Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) KLU melalui Kabid Cipta Karya, Rangga Wijaya kepada TIMES Indonesia, Senin (27/4/2026). 

Sejumlah pembangunan infrastruktur ini bersumber dari APBD tahun anggaran 2026. Dengan rincian enam pembangunan fisik antara lain, gedung kantor Inspektorat sebesar Rp4,5 miliar. Pembangunan ditempatkan di kompleks perkantoran bupati, bersebelahan dengan Dinas Perizinan. 

"Inspektorat sampai saat ini masih menggunakan eks kantor Bappeda yang berada di kompleks kantor dewan, maka lokasi pembangunan gedung baru digeser ke kompleks kantor bupati," jelasnya.

PerkantoranDesain pembangunan gedung BPBD KLU yang akan dibangun tahun ini senilai Rp 5,5 miliar.(Foto: PUPR-Perkim for TIMES Indonesia)

Kemudian pembangunan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebesar Rp5,5 miliar, yang sudah tersedia anggaran sebesar Rp2,8 miliar, sehingga ada kekurangan anggaran Rp2,7 miliar yang saat ini masih menunggu dana kurang salur yang bersumber pemerintah pusat. 

"Untuk biaya BPBD memang sudah disepakati pembahasan kebutuhan Rp5,5 miliar. Hanya saja sumber anggaran diharapkan dari dana kurang salur dari pusat," terangnya. 

Selanjutnya, pembangunan gapura perbatasan antara KLU dengan Lombok Barat yang berlokasi di Klui, jalur Senggigi. Dibutuhkan sebesar Rp800 sampai Rp900 juta, sementara anggaran yang sudah tersedia Rp500 juta. Diakui sebelumnya gapura di perbatasan di kawasan tersebut sudah terbangun namun mengalami kerusakan akibat gempa 2018. 

"Untuk pembangunan gapura akan diekspos memintai pendapat para tokoh budaya KLU agar disesuaikan bentuk bangunan gapuranya," katanya.

Melanjutkan penembokan keliling Masjid Islamic Center sebesar Rp800 juta. 

"Penembokan masjid tinggal dilanjutkan, desain sudah ada," ujarnya.

Alokasi pembangunan fisik juga dialokasikan untuk pembangunan youth center di lapangan umum Gangge. Pembangunan untuk anak-anak muda menghabiskan Rp1,8 miliar. 

PerkantoranDesain pembangunan youth center KLU yang akan dibangun tahun ini senilai Rp 1,8 miliar.(Foto: PUPR-Perkim for TIMES Indonesia)

"Pemerintah daerah juga mengalokasikan pembangunan sport center untuk anak-anak muda KLU," ungkapnya.

Terakhir pembangunan spam di wilayah Bayan untuk akses layanan air bersih untuk masyarakat Desa Akar-akar dan Desa Loloan. Untuk layanan air bersih dialokasikan sebesar Rp3,8 miliar. 

"Kita juga mengalokasikan penanganan air bersih di wilayah Bayan yang selama ini kekurangan air bersih," paparnya.

Untuk pembangunan fisik di atas Rp200 juta, maka tahapan proses pembangunan melalui tender yang diserahkan kepada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda KLU.

Dokumen tender ditargetkan bisa masuk pada akhir bulan ini secara bertahap, kemudian melakukan eksekusi pada tender pada bulan Mei, sehingga akhir bulan Mei sudah bisa tandatangan kontrak, sehingga bisa langsung dieksekusi oleh pemenang tender nantinya.

"Melihat tahun anggaran 2026 masih delapan bulan optimis bisa tuntas. Karena untuk pembangunan gedung membutuhkan waktu enam bulan," paparnya. 

Dalam tahapan pembangunan nantinya melibatkan kejaksaan sebagai pengawas eksternal, dan melibatkan Inspektorat sebagai pengawas internal. 

"Pengawasan setiap pembangunan dilakukan untuk menghasilkan kualitas bangunan yang sesuai ketentuan," imbuhnya.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow