Pembagian MBG Menu Kering di SMPN 11 Malang Lancar, Wali Murid Ingatkan Kualitas Buah
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu kering selama Ramadan di SMPN 11 Kota Malang mendapat respons beragam.
MALANG Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu kering selama Ramadan di SMPN 11 Kota Malang mendapat respons beragam dari wali murid. Meski dinilai cukup membantu, kualitas buah dalam paket menjadi salah satu catatan yang perlu diperhatikan.
Guru SMPN 11 Kota Malang, Ida, mengatakan pembagian paket MBG dilakukan, khusus hari Jumat, setiap siswa menerima dua paket sekaligus untuk kebutuhan dua hari.
“Ini satu tas isinya dua kalau hari Jumat begini. Kalau hari sebelumnya satu hari satu paket. Biasanya dalam satu paket ada roti, karbohidrat, buah, dan susu,” ujar Ida, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, total penerima MBG di sekolah tersebut mencapai 864 orang, terdiri dari 824 siswa dan 40 guru. Seluruhnya mendapatkan paket yang sama.
Ida menilai sejauh ini penerimaan paket MBG di lingkungan sekolah berjalan baik. Pihak sekolah juga belum menerima keluhan berarti dari siswa maupun tenaga pendidik.
“Alhamdulillah selama ini kami menerima saja karena memang sudah layak. Menu-menunya layak, anak-anak senang, guru juga senang,” ungkapnya.
Dari sisi teknis, pembagian paket juga tidak menemui kendala. Pihak sekolah melibatkan tenaga tata usaha, guru, serta petugas lain untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
“Tidak ada kendala karena tenaga kami cukup,” imbuhnya.
Sementara itu, wali murid siswa SMPN 11 Kota Malang, Musyarofah, menilai menu kering selama Ramadan cukup membantu, meski selera anak berbeda-beda.
“Lumayan sih, alhamdulillah. Cuma ya kadang-kadang anak-anak ada yang suka, ada yang tidak. Tapi sudah memenuhi sebetulnya,” ungkap Musyarofah.
Ia menambahkan, karena paket dibawa pulang, makanan yang tidak disukai anak tetap bisa dikonsumsi bersama keluarga.
“Bisa dimakan bersama keluarga,” katanya.
Meski demikian, Musyarofah memberi masukan agar kualitas buah dalam paket lebih diperhatikan. Ia menilai ukuran dan tingkat kematangan buah terkadang kurang konsisten.
“Kalau susunya sudah bagus. Buahnya kadang-kadang terlalu kecil. Kadang ada yang tidak rata matangnya, ada yang terlalu matang atau kurang matang,” tuturnya.
Menurutnya, buah menjadi komponen yang cukup riskan sehingga perlu pengawasan lebih ketat agar tetap segar dan layak konsumsi.
“Ini perlu diperhatikan,” ucapnya.(*)
Apa Reaksi Anda?