Pelatihan Inovasi Produk Lokal Durian Karanggupito bersama eQualita oleh Mahasiswa KKN-T MBKM UNIPMA

Program kerja Bangga Kencana dan Pemulihan Ekonomi Nasional UMKM melaksanakan kegiatan Sosialisasi Femisida sekaligus pelatihan inovasi produk lokal unggulan berupa buah durian yang berada di Desa Karanggupito

Januari 31, 2024 - 16:00
Pelatihan Inovasi Produk Lokal Durian Karanggupito bersama eQualita oleh Mahasiswa KKN-T MBKM UNIPMA

TIMESINDONESIA, MADIUN – Program kerja Bangga Kencana dan Pemulihan Ekonomi Nasional UMKM melaksanakan kegiatan Sosialisasi Femisida sekaligus pelatihan inovasi produk lokal unggulan berupa buah durian yang berada di Desa Karanggupito, Ngawi. Kegiatan tersebut di dalamnya berisi mengenai Pemaparan tentang femisida, kekerasan terhadap perempuan dan anak, pelatihan inovasi produk lokal, serta pengenalan lebih dalam mengenai eQualita.

eQualita merupakan lembaga swadaya masyarakat yang bekerjasama dengan komnas perempuan, lembaga perlindungan HAM, UNICEF, dan pemerintahan Irlandia yang berfokus untuk melindungi hak asasi perempuan dan anak.

Kegiatan yang telah diadakan oleh mahasiswa KKN-T MBKM Kelompok 11 UNIPMA ditujukan kepada Tim Penggerak  PKK sekaligus UMKM Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi.

Mahasiswa KKN-T MBKM Kelompok 11 yang terdiri dari 21 orang mahasiswa Unipma Madiun dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pelatihan-Inovasi.jpgPelatihan Inovasi Produk Lokal, praktik langsung pembuatan produk inovasi berupa Mochi Durian khas Desa Karanggupito. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)

Saat ini banyak sekali muncul kasus yang beredar dimasyarakat terkhusus menimpa pada kaum perempuan. Kasus yang banyak beredar adalah masalah kekerasan terhadap perempuan seperti contoh kasus, adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pembunuhan, serta pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Kegiatan sosialisasi femisida yang dilakukan oleh mahasiswa KKN-T UNIPMA Madiun kelompok 11 merupakan sebuah kegiatan untuk memberikan informasi serta edukasi lebih dalam kepada masyarakat terkhusus kepada Tim Penggerak PKK Desa Karanggupito agar mengetahui penyebab, jenis-jenis kekerasan terhadap perempuan, bagaimana pertolongan hukum bagi korban kekerasan, dan solusi agar anak-anak terhindar dari kekerasan.

Selain memberikan sosialisasi mengenai femisida mahasiswa KKN-T UNIPMA Madiun kelompok 11 juga memberikan pelatihan berupa inovasi produk lokal buah durian yang terkenal di Desa Karanggupito. Menurut hasil analisis lapangan, ternyata banyak di jumpai permasalahan tentang kendala pengolahan buah durian.

Menurut informasi dari masyarakat Desa Karanggupito, selain dikonsumsi secara langsung, buah durian sering diolah menjadi minuman dan makanan manis seperti dodol. Namun makanan tersebut dirasa kurang menarik. Oleh karena itu dengan adanya kegiatan ini yang khususnya untuk menaikkan UMKM Desa Karanggupito maka dapat membantu dalam memberikan inovasi berupa cara pengolahan baru yang mana memanfaatan buah durian asli sebagai ciri khasnya.

sosialisasi-femisida.jpgPenyampaian materi sosialisasi femisida oleh Aprilia Syafitri. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)

Inovasi olahan yang di praktekkan kepada ibu-ibu tim penggerak PKK yang diketuai oleh Insiyah Sumargiatik adalah Mochi Durian.

Dengan diadakannya kegiatan ini memiliki tujuan  membantu Tim Penggerak PKK dan pelaku UMKM Desa Karanggupito dalam edukasi terhadap femisida dan pengenalan lembaga eQualita serta meningkatkan pendapatan Ibu rumah tangga atau pelaku UMKM dalam pembuatan inovasi produk lokal buah durian (Mochi Durian) yang dapat diperjualbelikan melalui Pemasaran berbasis digital memanfaatkan media sosial sehingga dapat memperluas jangkauan pemasaran Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 15 Januari 2024. Kegiatan ini telah dilaksanakan oleh Kelompok 11 KKN-T MBKM UNIPMA dengan ketua pelaksana kegiatan Bela Septianingrum Prodi Pendidikan Sejarah memilih proker ini yang di dampingi oleh Ibu Dr. Erlik Widiyani Styati., S.Pd, M.Pd selaku dosen pendamping KKN.

Dengan diadakannya kegiatan ini oleh mahasiswa Unipma Madiun, masyarakat menjadi lebih kritis dan peka dalam menanggapi permasalahan yang terjadi serta kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak. Sehingga dapat meningkatkan rasa kepedulian sosial dengan memberikan edukasi dan menemukan pemecahan solusi dari permasalahan tersebut. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow