Pekan Islami PT Anugerah Citra Abadi ke XIX, Raport Anak Yatim Juga Akan Dilihat Iwan Kurniawan

Fatayat NU Kabupaten Malang mendukung rencana PT ACA menilai rapor anak yatim sebagai syarat pemberian hadiah tahun depan dalam rangkaian Pekan Islami ke-XIX.

Maret 4, 2026 - 20:30
Pekan Islami PT Anugerah Citra Abadi ke XIX, Raport Anak Yatim Juga Akan Dilihat Iwan Kurniawan

MALANG Fatayat NU Kabupaten Malang menyatakan siap mendorong anak-anak yatim di Kabupaten Malang untuk lebih berprestasi secara akademik. Hal ini menyusul komitmen Komisaris Utama PT Anugerah Citra Abadi (ACA), Iwan Kurniawan, yang akan menilai rapor anak-anak yatim sebagai syarat pemberian hadiah istimewa pada agenda tahun depan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian Pekan Islami PT ACA ke-XIX, Rabu (4/3/2026). Selama 19 tahun terakhir, Iwan Kurniawan rutin menyantuni anak-anak yatim di wilayah Kabupaten Malang.

“Tahun depan saya minta anak-anak menyiapkan rapornya. Kalau ada prestasi istimewa atau nilai luar biasa, akan kami beri hadiah,” ujar Iwan saat penyerahan santunan di Donomulyo.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Malang, Umi Khorirotin Nasichah, menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, langkah itu akan menjadi motivasi tambahan bagi anak-anak yatim untuk meningkatkan capaian akademik.

Pekan-Islami-PT-ACA-XIX-2.jpgIwan Kurniawan saat menyerahkan kain batik dan jilbab secara simbolis kepada kaum dhuafa. (FOTO: Widodo Irianto/TIMES Indonesia)

“Kami sangat mengapresiasi gagasan Pak Iwan yang cemerlang itu. Tentu sebagai organisasi yang selama ini dipercaya mengakomodir anak-anak yatim, kami akan mendorong mereka untuk lebih berprestasi di bidang akademik,” ujar perempuan yang akrab disapa Oyi tersebut.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas perhatian Iwan Kurniawan yang tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga menghadirkan mainan edukatif yang kualitasnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Mainan itu sangat membahagiakan bagi anak-anak. Apalagi nanti prestasi di rapor mereka juga akan mendapat penghargaan. Itu sesuatu yang sangat istimewa,” tambahnya.

Selama ini, penilaian yang dilakukan masih sebatas pada capaian keagamaan seperti hafalan Alquran. Ke depan, prestasi akademik juga akan menjadi perhatian.

Mubaligh asal Kabupaten Malang, Kyai H. Kholili, yang selama ini mendampingi kegiatan sosial tersebut, turut menekankan pentingnya keseimbangan pendidikan.

“Anak-anak harus jadi pinter dan bener. Pinter didapat dari belajar akademik, bener dari pendidikan agama. Kalau pinter saja tidak bener, tidak baik. Begitu juga bener saja tanpa pinter, juga tidak baik,” tegasnya.

Dalam rangkaian Pekan Islami ke-XIX, Iwan Kurniawan menyantuni 721 anak yatim di Pagak (192 anak), Donomulyo (252 anak), dan Kalipare (277 anak). Selain itu, sebanyak 160 kaum dhuafa di Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare, juga menerima bantuan berupa sembako, kain batik dan jilbab untuk perempuan, serta sarung untuk laki-laki.

Iwan mengaku bahagia dapat berbagi langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia menyebut keterlibatan kaum dhuafa Kaliasri bermula dari interaksi melalui media sosial TikTok yang menyoroti kondisi sosial warga setempat.

Pekan-Islami-PT-ACA-XIX.jpgWakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Ir. H. Kholik, MAP juga ikut serta memberi sodakoh kepada anak yatim setelah ia memberinya kuis. (FOTO: Widodo Irianto/TIMES Indonesia)

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Ir. H. Kholik, MAP, yang turut hadir, menyampaikan apresiasi atas konsistensi kegiatan sosial tersebut.

“Mewakili warga Malang Selatan, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Semoga ini bisa dicontoh oleh tokoh-tokoh yang mampu,” ujarnya.

Melalui dukungan Fatayat NU dan berbagai pihak, diharapkan anak-anak yatim di Kabupaten Malang tidak hanya mendapatkan santunan, tetapi juga dorongan nyata untuk tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow