PCNU Banyuwangi Gelar Silaturahim Akbar dan Buka Bersama Ramadan 1447 H
PCNU Banyuwangi akan menggelar Silaturahim Akbar dan Buka Bersama Ramadan 1447 H dengan tema “Tandang Bareng, Merajut Harmoni” untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan kerukunan masyarakat.
BANYUWANGI Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Banyuwangi (PCNU Banyuwangi) bersiap menggelar agenda besar bertajuk Silaturahim Akbar dan Buka Bersama PCNU Banyuwangi 1447 H pada Jumat, 13 Maret 2026.
Kegiatan yang akan berlangsung di Kantor PCNU Banyuwangi, Banyuwangi tersebut dirancang menjadi momentum konsolidasi internal organisasi sekaligus memperkuat harmoni di tengah keberagaman masyarakat.
Menariknya, kegiatan yang digelar pada bulan suci Ramadan ini tidak hanya melibatkan warga Nahdliyin. Sejumlah tokoh lintas agama, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga perwakilan legislatif juga dijadwalkan hadir dalam agenda tersebut.
Tahun ini, panitia mengusung tema “Tandang Bareng, Merajut Harmoni”. Tema tersebut menjadi refleksi semangat kebersamaan warga Nahdliyin di Bumi Blambangan untuk bergerak bersama dalam satu barisan yang selaras sekaligus menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
Ketua Tanfidziyah PCNU Banyuwangi, Achmad Turmudzi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menjaga harmoni di tengah masyarakat.
“Melalui semangat ‘Tandang Bareng’, kita ingin mengonsolidasikan seluruh potensi yang ada. PCNU Banyuwangi harus hadir sebagai perekat di tengah keberagaman, memastikan harmoni tetap terjaga baik di internal organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat di Banyuwangi,” katanya, Rabu (11/3/2026).
Turmudzi menambahkan bahwa kebersamaan tersebut menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Dengan soliditas yang terbangun dari tingkat cabang hingga ranting, organisasi Nahdlatul Ulama di Banyuwangi diharapkan mampu menghadirkan peran yang lebih nyata bagi umat dan masyarakat luas.
“Jika struktur NU dari tingkat cabang hingga ranting sudah satu frekuensi dan harmonis, maka pengabdian kita kepada umat akan jauh lebih berdampak dan nyata,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Junaedi, menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut didasari oleh kesadaran bahwa NU merupakan rumah besar yang harus dijaga oleh seluruh penghuninya secara gotong royong.
Pria yang akrab disapa Pak Jo tersebut menegaskan bahwa kehadiran berbagai tokoh dari latar belakang berbeda merupakan bentuk nyata implementasi tema “Merajut Harmoni”.
“NU adalah rumah besar yang terbuka untuk berdialog dengan siapa saja demi kemaslahatan umat. Kehadiran Forkopimda, rekan-rekan legislatif, lintas partai, hingga organisasi kepemudaan menunjukkan bahwa semangat ‘Tandang Bareng’ adalah energi untuk membangun Banyuwangi secara bersama-sama,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, PCNU Banyuwangi berharap dapat memperkuat jalur komunikasi dari tingkat PCNU hingga Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan ranting.
Kegiatan yang diprediksi dihadiri ribuan peserta tersebut juga diharapkan mampu menjaga stabilitas dan kerukunan antarumat beragama serta organisasi kepemudaan di Banyuwangi, sekaligus memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan legislatif dalam mengawal berbagai program kerakyatan.
“Kekuatan utama kita terletak pada kebersamaan. Jika seluruh elemen, mulai dari struktur NU hingga pemerintah dan partai politik bisa harmonis, maka pelayanan terhadap masyarakat akan jauh lebih maksimal,” tutup Pak Jo.
Melalui momentum Ramadan ini, PCNU Banyuwangi berharap silaturahmi lintas elemen yang terjalin dapat semakin memperkuat persatuan sekaligus mendorong lahirnya berbagai kolaborasi positif bagi masyarakat. (*)
Apa Reaksi Anda?