Pasar Santai 8 di MCC Malang, Ruang Ngabuburit Sekaligus Penggerak Ekonomi Lokal
Pasar Santai 8 digelar di Malang Creative Center pada 5–15 Maret 2026. Kegiatan ngabuburit ini menghadirkan puluhan UMKM lokal sekaligus mendorong perputaran ekonomi dan semangat gotong royong di Kota
MALANG Suasana ngabuburit di Kota Malang semakin semarak dengan hadirnya Pasar Santai 8 yang digelar di lantai 3 Malang Creative Center (MCC) pada 5–15 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung setiap hari pukul 15.00 hingga 21.00 WIB dengan menghadirkan berbagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Dalam kegiatan ini, pengunjung dapat menemukan beragam produk lokal, mulai dari makanan dan minuman, pakaian, parfum, hingga berbagai produk kreatif seperti gantungan kunci, gelang, dan stiker. Selain menjadi tempat berburu takjil dan produk lokal, suasana pasar juga dimeriahkan dengan penampilan band yang menghibur pengunjung selama acara berlangsung.
Humas Pasar Santai 8, Achmad Sulchan An Nauri, menjelaskan bahwa Pasar Santai pertama kali digelar pada 2014 dan pada tahun ini memasuki penyelenggaraan yang kedelapan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi brand lokal Malang untuk memperkenalkan produknya sekaligus membangun interaksi dengan masyarakat.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Pasar Santai mengangkat tema “Vernakular Bersemi dan Menjalar.” Tema tersebut diambil dari konsep kehidupan masyarakat lokal yang lahir dari aktivitas sehari-hari, terutama nilai gotong royong yang menjadi bagian penting dari budaya masyarakat.
Pengunjung menikmati suasana Pasar Santai 8 di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, yang menghadirkan berbagai tenant UMKM lokal.
“Vernakular itu sesuatu yang lahir dari kegiatan sehari-hari masyarakat lokal seperti gotong royong, yang sekarang mulai dilupakan dan ingin kami dorong untuk menjalar ke lingkup yang lebih luas,” ujar Achmad, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, tujuan utama penyelenggaraan Pasar Santai bukan semata-mata untuk mendukung UMKM, melainkan untuk menjaga dan menumbuhkan perputaran ekonomi lokal melalui semangat kebersamaan masyarakat.
“Pasar Santai ini sebenarnya bukan hanya soal mendukung UMKM. UMKM itu kealamiahan yang ikut didukung, tetapi tujuan utamanya adalah semangat gotong royong untuk menjaga, merawat, dan menumbuhkan perputaran ekonomi lokal agar ekonomi Kota Malang tetap terjaga,” tuturnya.
Salah satu pedagang yang mengikuti Pasar Santai 8, Zaydan Altafillah Azim dari WRK, mengaku senang dengan hasil penjualan selama acara berlangsung.
“Biayanya sekitar Rp550 ribu untuk 11 hari, tapi omsetnya sebanding karena rata-rata sehari bisa dapat Rp200 ribu sampai Rp300 ribu,” ungkap Zaydan.
Berbagai produk kerajinan yang dijual tenant dalam Pasar Santai 8 di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang.
Melalui kegiatan ini, Pasar Santai diharapkan tidak hanya menjadi tempat berburu takjil dan produk lokal selama Ramadan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat Kota Malang. (*)
Pewarta: Aisyah Imanira Islam
Apa Reaksi Anda?