Optimisme Kampung Suku Mandar Banyuwangi Tumbuh Bersama Investor dengan Nilai Budaya
Kampung Suku Mandar di Banyuwangi, Jawa Timur, kini bersiap memasuki babak baru dalam meningkatkan kesejahteraan warganya. Dengan semangat keterbukaan yang hangat, kawasan pesisir kaya sejarah ini, me
BANYUWANGI - Kampung Suku Mandar di Banyuwangi, Jawa Timur, kini bersiap memasuki babak baru dalam meningkatkan kesejahteraan warganya. Dengan semangat keterbukaan yang hangat, kawasan pesisir kaya sejarah ini, membuka pintu bagi investor global untuk berkolaborasi menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif yang tetap berakar pada nilai adat dan budaya lokal.
Langkah ini dipandang sebagai sinergi yang akan membawa Kampung Mandar Banyuwangi menuju kancah global tanpa kehilangan jati diri. Tokoh adat setempat meyakini bahwa kehadiran investasi asing bukan sekadar suntikan dana, melainkan kemitraan strategis yang dapat mengenalkan budaya dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Disampaikan oleh Ketua Adat Kampung Mandar, Puang Faizal Riezal Daeng Galak, jika pihaknya sangat terbuka bagi investasi asing. Namun, ada catatan yang harus dipatuhi seperti penghormatan terhadap kearifan lokal yang telah menjadi jati diri mereka.
“Kita welcome untuk investasi asing selama tidak mencederai nilai-nilai adat ketimuran kita,” katanya, Senin (4/5/2026).
Pria yang akrab disapa Icang ini menaruh harapan besar agar kehadiran investasi asing menjadi panggung bagi kekayaan budaya lokal. Baginya, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan wajah Banyuwangi dengan keragaman tradisi, khususnya adat Mandar, mulai dari kuliner, tarian khas, hingga eksotisme budaya pesisir yang masih terjaga.
“Adanya investor luar biasanya membawa tamu dari luar, harapan saya kita bisa berkolaborasi disitu dengan ajang penampilan budaya terutama khas suku Mandar,” jelasnya.
Selain menjadi jendela untuk memperkenalkan kekayaan budaya, tetapi juga tentang peningkatan taraf hidup. Fokus utamanya terletak pada penyerapan tenaga kerja lokal dan pemberdayaan pemuda sekitar. Sehingga diharapkan, kesejahteraan yang dibawa oleh investor dapat dirasakan langsung oleh setiap warga di wilayah tersebut.
“Wajib dan diprioritaskan warga lokal terlebih dahulu, supaya memberi berdampak positif dan memberi manfaat terhadap warga sekitar. Itu yang utama,” tegas Icang.
“Bisa mungkin pemuda kita ditarik menjadi security atau pegawai lainya yang sesuai dengan kriteria, karena di Kampung Mandar sendiri banyak pemuda,” imbuhnya memberikan contoh.
Saat ini, masih kata Icang, pelaku Investasi asing di Banyuwangi khususnya di sekitar Kampung Mandar diketahui menyerap sejumlah tenaga kerja dari warga sekitar, salah satunya Banyuwangi International Yacht Club (BIYC).
“Harapannya bisa lebih banyak lagi, karena banyak pemuda disekitar yang membutuhkan, termasuk kebermanfaatan lainya bagi warga. Apalagi kawasan kita ini punya sejarah yang panjang,” tuturnya. (*)
Apa Reaksi Anda?