MR DIY Luncurkan Program Pintar Pilah Sampah Lebih Mudah

Surabaya merupakan kota penyumbang sampah terbesar di antara kota maupun kabupaten lain di Jatim.

Maret 21, 2024 - 11:30
MR DIY Luncurkan Program Pintar Pilah Sampah Lebih Mudah

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Surabaya merupakan kota penyumbang sampah terbesar di antara kota maupun kabupaten lain di Jatim.

Total ada sekitar 1.762 ton sampah per hari. Perkiraan akumulasi sampah per tahun mencapai 654.342 ton.

"Sampah yang dihasilkan dari Kota Surabaya sangat banyak sekali dibandingkan kota ataupun kabupaten di Jatim," kata Duta Lingkungan Hidup Jatim, Maulana Hayshar saat peluncuran Program Pilah Sampah Lebih Mudah, sebuah program kolaboratif antara MR DIY dan Rekosistem di Pakuwon Mall Surabaya, Rabu (20/3/2024).

Untuk mengatasinya, sambung Maulana, Pemkot Surabaya memiliki sejumlah program bekerja sama dengan mitra dan komunitas dalam pengelolaan sampah-sampah itu. Yaitu di antaranya membuat Bank Sampah. 

Di sisi lain, program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Misal yang sudah berjalan ada di Kelurahan Babatan dan Lontar. Karena setiap sampah yang disetorkan dihargai sesuai jenisnya.

Hasil Bank Sampah akan dibuat produk yang lebih bermanfaat. Ada sampah organik (limbah rumah tangga) dan anorganik. Sampah organik untuk pupuk, anorganik untuk tas, tempat tisu dan lain sebagainya.

Pemkot Surabaya juga bekerjasama dengan Kota Kitakyushu di Jepang. Melakukan webinar inovasi tentang pengelolaan sampah. 

Dari sana, Pemkot melakukan studi banding. Warga di Kota Kitakyushu Jepang membuang sampah sesuai jadwal, jika tidak sesuai jadwal tidak akan diangkut.

Pemkot akan mengadopsi langkah tersebut dan berkomitmen menerapkan Gerakan Surabaya Zero Waste bersama Kota Kitakyushu di Jepang.

Program lain adalah melakukan pelatihan Eco Enzyme untuk mengolah sampah organik yang sudah difermentasi. Menggandeng Kader Surabaya Hebat, Kampung Iklim dan Surabaya Zero Waste.

"Maka penting sekali melakukan pengelolaan sampah dan meminimalisir sampah baru," kata remaja yang akrab disapa Ical tersebut.

Press-conference.jpg

Pemerintah tentu tak bisa sendiri. Harus mendapat dukungan dari seluruh pihak. Maka, toko retail keluarga MR DIY mendukung target pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Bersih Sampah pada 2025 mendatang melalui inisiatif Pilah Sampah Lebih Mudah.

Berdasarkan situs resmi Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2022 mencatat jumlah timbunan sampah nasional mencapai 21,1 juta ton. 

Dari total produksi sampah nasional tersebut, 65.71% (13.9 juta ton) dapat terkelola, sedangkan sisanya 34,29% (7,2 juta ton) belum terkelola dengan baik. 

KLHK memiliki target untuk mencapai Indonesia Bersih Sampah 2025 dengan target pengelolaan sampah harus mencapai 70 persen.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menganjurkan penerapan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam mengelola sampah untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dan memanfaatkan kembali sampah yang dapat didaur ulang. 

MR DIY memberikan dukungan bersama Rekosistem. Gerakan itu diawali dari Kota Surabaya.

Secara teknis, MR DIY menempatkan 10 dropbox recycle station ink di setiap toko. Kemudian Rekosistem akan mengambil sampah tersebut.

Konsepnya dimulai dari penampungan, kemudian diambil, dipilah dan didata berdasarkan material. Misal plastik, kertas dan kardus. 

"Dari situ kami sambungkan ke mitra kami dalam proses pengolahannya," ungkap Hans Sebastian Diaz, General Manager Rekosistem Jawa Timur.

Dropbox recycle station ink merupakan salah satu cara untuk mendukung konsep recycle atau mengolah kembali sampah menjadi bahan yang bisa digunakan kembali. 

"Para pelanggan MR DIY bisa menyetorkan sampah anorganik yang di drop box yang sudah disediakan. Seluruh sampah yang dikumpulkan akan didata dan dipilah ulang melalui Rekosistem waste hub dan diproses pada recycling center,” jelas Hans Sebastian Diaz.

Sementara itu, Ria Sutrisno, Head of Marketing Mr DIY Indonesia di MR DIY Pakuwon Surabaya berharap program ini dapat membuat konsumen dan masyarakat lebih mudah untuk membuang dan memilah sampah dengan benar, sehingga mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan.

"Semoga program ini dapat menciptakan lebih banyak agen perubahan dan mendorong terciptanya Indonesia Bersih 2025. Satu langkah kecil dari setiap individu adalah awal penting bagi keberlanjutan lingkungan,” kata Ria.

Bukan hanya itu saja. Rangkaian program Pilah Sampah Lebih Mudah dimulai dengan kegiatan kunjungan sekolah di Kota Surabaya yang diisi dengan permainan memilah sampah dilanjutkan pemanfaatan barang bekas membuat Self-Watering Planters.

MR DIY melakukan edukasi sejak dini, school visit ke sejumlah lembaga pendidikan untuk mengajarkan cara memilah sampah hingga mendaur ulang dengan Sampoerna Academy.

"Diharapkan program ini mampu membangun manajemen sampah," kata 
Ria Sutrisno, Head of Marketing Mr DIY Indonesia di MR DIY Pakuwon Surabaya.

Adelina Holmes selaku Principal of Sampoerna Academy Pakuwon Indah menyambut baik program itu.

“Tentunya, sebagai pionir STEAM, program ini sangat dekat dengan misi kami yang bertujuan menciptakan para pemimpin masa depan dan pemikir global yang peduli lingkungan," kata dia.

Hal ini juga sejalan dengan International Early Years Curriculum (IEYC) yang diusung di Sampoerna Academy. 

"Sejak awal tahun kami memulai program Let’s Play Outside yang mengajak para murid untuk lebih peduli dengan lingkungan dan memikirkan langkah kecil apa yang mereka bisa lakukan di rumah, sekolah, bahkan lingkungan sekitarnya,” ujar Adelina Holmes.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow