Misteri Hilangnya Peneliti Italia di Maladewa, Penyelam Penolong Ikut Tewas

Empat peneliti Italia hilang saat menyelam di gua Vaavu Atoll, Maladewa. Seorang penjaga pantai yang ikut pencarian juga meninggal dunia.

Mei 17, 2026 - 09:01
Misteri Hilangnya Peneliti Italia di Maladewa, Penyelam Penolong Ikut Tewas

JAKARTA - Sebuah ekspedisi ilmiah di perairan Maladewa berubah menjadi tragedi berlapis. Bukan hanya empat peneliti asal Italia yang hingga kini belum ditemukan setelah menghilang di gua bawah laut Vaavu Atoll, seorang anggota penjaga pantai yang ikut dalam operasi pencarian juga meninggal dunia.

Insiden ini menambah tanda tanya besar terkait apa yang sebenarnya terjadi di salah satu lokasi penyelaman populer di Maladewa tersebut.

Sersan Staf Penjaga Pantai Angkatan Pertahanan Nasional Maladewa (MNDF), Mohammed Mahudhi (43), meninggal dunia setelah ikut terlibat dalam pencarian para penyelam yang hilang sejak Kamis (14/5/2026).

Berdasarkan laporan media lokal Sun.mv, Mahudhi mengalami kondisi kritis setelah muncul ke permukaan usai melakukan penyelaman pencarian. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit ADK, namun nyawanya tidak tertolong saat menjalani perawatan medis.

Hingga Sabtu malam, penyebab pasti kematian Mahudhi belum diumumkan secara resmi.

Di saat yang sama, operasi pencarian terhadap empat peneliti Italia yang hilang juga belum menunjukkan hasil.

Empat peneliti yang masih dinyatakan hilang adalah Monica Montefalcone (51), ahli biologi kelautan dan profesor Ekologi Kelautan Tropis serta Ilmu Bawah Air Universitas Genoa; putrinya Giorgia Sommacal (22); Muriel Oddenino, peneliti Universitas Genoa asal Turin; serta Federico Gualtieri dari Omegna.

Sementara seorang instruktur selam, Gianluca Benedetti, berhasil ditemukan lebih awal pada hari kejadian.

Monica Montefalcone diketahui merupakan sosok yang cukup dikenal di dunia penelitian kelautan Italia. Keluarganya kini berharap kamera GoPro yang kemungkinan dibawa Monica dapat membantu mengungkap penyebab tragedi tersebut.

Suami Monica sekaligus ayah Giorgia, Carlo Sommacal, mengatakan istrinya hampir selalu membawa kamera saat menyelam.

"Saya tidak tahu apakah kali ini dia membawanya. Jika ditemukan, mungkin kita bisa memahami apa yang terjadi," katanya kepada media Italia La Repubblica.

Sommacal juga menepis dugaan kelalaian dalam ekspedisi tersebut. Ia menyebut istrinya sebagai salah satu penyelam terbaik dan menilai tim yang ikut dalam perjalanan itu memiliki tingkat pengalaman tinggi.

"Dia tidak mungkin membahayakan putri kami atau orang lain. Pasti ada sesuatu yang terjadi di sana," ujarnya.

Dugaan Tersesat hingga Masalah Campuran Oksigen

Pihak berwenang Maladewa kini mulai menyelidiki berbagai kemungkinan.

Laporan La Repubblica menyebut fakta bahwa seluruh kelompok tidak kembali ke permukaan memunculkan dugaan mereka tersesat di dalam sistem gua bawah laut. Jarak pandang yang buruk akibat cuaca dan minimnya cahaya di kedalaman dapat membuat penyelam kehilangan orientasi.

Hipotesis lain yang juga menjadi perhatian adalah toksisitas oksigen atau hiperoksia.

Presiden Perhimpunan Kedokteran Bawah Air dan Hiperbarik Italia, Alfonso Bolognini, menjelaskan bahwa campuran gas pernapasan yang tidak sesuai berpotensi memicu peningkatan tekanan parsial oksigen dalam tubuh.

Kondisi itu dapat menimbulkan gangguan neurologis yang berbahaya, terutama saat penyelaman di kedalaman sekitar 50 meter.

"Di dalam gua sedalam itu, satu masalah kecil atau serangan panik saja dapat memicu situasi fatal," ujarnya.

Penyelidik juga menelusuri kemungkinan lain, termasuk apakah para penyelam menggunakan Ariadne line atau tali penunjuk arah yang lazim dipakai saat eksplorasi gua bawah laut.

Operasional Kapal Ditangguhkan

Di tengah penyelidikan yang berlangsung, Kementerian Pariwisata dan Penerbangan Sipil Maladewa menangguhkan izin operasional kapal liveaboard MV Duke of York tanpa batas waktu.

Kapal wisata selam sepanjang 36 meter tersebut diketahui digunakan oleh rombongan peneliti saat melakukan ekspedisi.

Investigasi juga mengarah pada dugaan pelanggaran prosedur keselamatan. Sejumlah laporan menyebut kelompok penyelam memasuki gua tanpa didampingi pemandu lokal, padahal hal itu merupakan ketentuan yang berlaku di Maladewa.

Kini tragedi di Vaavu Atoll tidak hanya menyisakan operasi pencarian yang belum selesai, tetapi juga membuka pertanyaan besar tentang standar keselamatan penyelaman di salah satu destinasi bawah laut paling terkenal di dunia. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow