Mimpi Komandan Garfa, Ada Pekan Islami Selain PT ACA

Komisaris Utama PT ACA Iwan Kurniawan menyantuni 1.178 anak yatim di Malang dalam Pekan Islami XIX. Kegiatan ini diharapkan menginspirasi pengusaha lain untuk berbagi di bulan Ramadan.

Maret 9, 2026 - 22:00
Mimpi Komandan Garfa, Ada Pekan Islami Selain PT ACA

MALANG Komandan Garfa (Garda Fatayat) Bululawang, Sri Agustin, berharap semakin banyak pengusaha di Malang Raya yang mengikuti jejak Komisaris Utama PT Anugerah Citra Abadi (ACA), Iwan Kurniawan, dalam menyantuni anak yatim setiap bulan Ramadan.

Harapan itu disampaikannya saat acara Santunan Anak Yatim dalam Pekan Islami XIX PT ACA di Bululawang, Kabupaten Malang, Senin (9/3/2026).

“Seandainya mimpi saya menjadi kenyataan, bahwa para pengusaha se-Malang Raya mengikuti jejak Pak Iwan, betapa makmurnya anak-anak yatim setiap bulan Ramadan,” ujar Sri Agustin.

Pada kegiatan tersebut, Iwan Kurniawan menyalurkan santunan kepada total 1.178 anak yatim yang berasal dari beberapa kecamatan. Rinciannya, 387 anak yatim di Bululawang, 345 anak yatim di Tajinan, dan 446 anak yatim di Pakisaji.

Acara santunan tersebut juga dihadiri Bupati Malang HM Sanusi, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar Anwar, serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Malang.

PT-ACA-2.jpgTerkadang mereka juga harus sangat dekat untuk diajari berembug, musyawarah untuk mufakat  saat mengambil keputusan sebelum berani tampil memimpin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.(FOTO: Widodo irianto/TIMES Indonesia)

Sri Agustin mengaku telah beberapa tahun mengikuti kegiatan santunan anak yatim yang digelar PT ACA. Menurutnya, hingga saat ini kegiatan dengan skala besar seperti itu masih jarang dilakukan oleh pengusaha lain di wilayah Malang Raya.

Ia menilai jumlah anak yatim di Kabupaten Malang sangat banyak, bahkan mencapai ratusan ribu, sehingga membutuhkan perhatian dan bantuan dari berbagai pihak.

“Di Kecamatan Bululawang sebenarnya ada juga pengusaha yang melakukan santunan, tetapi masih terbatas di lingkungan perusahaannya. Padahal jumlah anak yatim di Kabupaten Malang sangat banyak dan semuanya layak mendapatkan bantuan,” katanya.

Ia pun berharap para pengusaha lain dapat tergerak untuk ikut berbagi, sehingga lebih banyak anak yatim yang merasakan manfaat, terutama di bulan Ramadan.

Santunan anak yatim sendiri bertujuan membantu memenuhi kebutuhan hidup seperti makanan, pendidikan, dan pakaian. Selain itu juga menjadi bentuk kepedulian sosial serta kasih sayang terhadap anak-anak yang membutuhkan.

Dalam ajaran Islam, menyantuni anak yatim merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena diyakini membawa pahala besar serta keberkahan.

Iwan Kurniawan mengaku telah merasakan sendiri manfaat dari kebiasaan menyantuni anak yatim yang rutin ia lakukan setiap tahun.

“Saya sudah membuktikannya. Doa anak-anak yatim itu sangat makbul, luar biasa manfaatnya,” ujarnya.

Ia pun mengajak para pengusaha lain untuk tidak ragu menyisihkan sebagian rezekinya bagi anak yatim.

“Percaya saya, tidak akan bangkrut. Allah sudah mengatur rezeki. Sisihkan setiap tahun untuk anak yatim, insyaallah usaha akan semakin maju,” tambahnya.

PT-ACA-3.jpgSuasana saat Bupati Malang, HM Sanusi MM, Sekwilda Kabupaten Malang, DR.Ir Budiar, M.Si, Iwan Kurniawan dan pejabat lainnya saat mendengarkan alunan doa pada acara penutup Pekan Islami XIX di Bululawang. (FOTO: widodo irianto/TIMES Indonesia)

Kegiatan santunan anak yatim tersebut juga dikemas secara meriah dengan berbagai aktivitas seperti permainan, kuis, hingga menyanyikan lagu kebangsaan seperti Indonesia Raya dan Garuda Pancasila. Anak-anak yang berani tampil di depan diberikan hadiah berupa mainan seperti helikopter remot, pistol air, boneka, dan berbagai hadiah lainnya.

Menurut Iwan, pemberian hadiah tersebut bukan semata karena kemampuan anak-anak menyanyi atau menghafal Pancasila, melainkan untuk melatih keberanian dan kemandirian mereka.

“Saya ingin menguji keberanian dan ketulusan mereka untuk tampil. Bukan karena disuruh atau didorong oleh pendampingnya,” katanya.

Bupati Malang HM Sanusi turut mengapresiasi kegiatan sosial tersebut dan berharap anak-anak yatim tetap semangat belajar agar meraih masa depan yang lebih baik.

Ia menyebut pemerintah daerah juga terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan menyiapkan 10 Sekolah Dasar unggulan dan 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP) unggulan di Kabupaten Malang.

Sanusi juga mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat 4.982 lulusan SMP di Kabupaten Malang yang memperoleh nilai rata-rata 9 untuk mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

“Anak-anak yatim harus rajin belajar agar nilai rapornya bagus. Dengan pendidikan yang baik, mereka bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Plt Camat Pakisaji, Yunisa Setiabakti Suminto, yang menilai kegiatan sosial tersebut sangat membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang dan bahkan dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow