Meski Dimusuhi AS-Israel, Jutaan Warga Iran Nyatakan Setia pada Mojtaba Khamenei

Israel mengatakan akan menargetkan pemimpin tertinggi Iran yang baru itu. Presiden AS, Donald Trump pun menganggap Khamenei muda itu sebagai 'tokoh yang tidak berbobot'.

Maret 10, 2026 - 09:00
Meski Dimusuhi AS-Israel, Jutaan Warga Iran Nyatakan Setia pada Mojtaba Khamenei

JAKARTA Amerika Serikat dan Israel langsung mengincar kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei yang baru terpilih hari Minggu (8/3/2026), hanya karena tidak disukai dan tidak sesuai dengan harapan Donald Trump.

Israel mengatakan akan menargetkan pemimpin tertinggi Iran yang baru itu. Presiden AS, Donald Trump pun menganggap Khamenei muda itu sebagai 'tokoh yang tidak berbobot' dan mengkritik pemilihan Mojtaba.

"Saya pikir mereka melakukan kesalahan besar. Saya tidak tahu apakah ini akan bertahan lama. Saya pikir mereka melakukan kesalahan," ujar Trump seperti dilansir NBC News.

Namun jutaan rakyat Iran berkumpul di lapangan Enghelab Teheran pada hari Senin, menyatakan kesetiaannya kepada pemimpin baru mereka itu setelah Trump dan Netanyahu membunuh ayah Mojtaba, Ali Khamenei saat masih duduk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

Pesawat tempur Amerika Serikat dan Israel kemarin juga melancarkan gelombang serangan baru secara besar-besaran di seluruh Iran saat kerumunan orang pendukung Mojtaba Khamenei itu merayakan pemimpin tertinggi baru mereka di pusat kota Teheran.

Para pendukung Mojtaba Khamenei turun ke jalan-jalan di Teheran dengan meneriakkan 'Matilah Amerika, Matilah Israel' dan 'Allaahu Akbar'.

Mereka mengibarkan bendera Iran, yang lain mengibarkan spanduk bergambar potret Ayatollah Ali Khamenei, ayah pemimpin baru tersebut, yang gugur setelah 37 tahun berkuasa akibat serangan udara Israel pada saat-saat pertama perang.

Kendaraan lapis baja berjejer di jalan-jalan terdekat dan personel keamanan ditempatkan di atap-atap bangunan di sekitarnya.

Retorika menantang di Teheran dan pengangkatan Mojtaba Khamenei, yang oleh para analis dianggap sebagai seorang garis keras yang memiliki hubungan dekat dengan Garda Revolusi Iran.

Ini meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik tersebut bisa berlangsung selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan dan meninggalkan ketidakstabilan yang mendalam. Pasar saham di seluruh dunia jatuh tajam pada hari Senin setelah harga minyak melonjak.

"Jalan yang ditempuh Imam Khamenei yang gugur sebagai syahid akan terus berlanjut di bawah nama Khamenei," kata Hosseinali Eshkevari, anggota majelis ahli Iran, badan yang bertugas memilih pemimpin tertinggi Iran.

Anggota lainnya, Mohsen Heydari, mengatakan bahwa mendiang Ali Khamenei telah merekomendasikan pemilihan kandidat yang "dibenci oleh musuh".

Konflik yang dipicu serangan tiba-tiba oleh Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran itu kini memasuki minggu kedua dan perangnya terus meningkat, dengan saling serang.

Iran dengan  rudal dan dronenya yang baru menargetkan Israel , pangkalan-pangkalan AS di seluruh Timur Tengah, dan infrastruktur energi di Teluk. Sebuah rudal Iran sempat ditembak jatuh di atas Turki

Selain menyerang Iran, Israel juga meningkatkan serangannya terhadap Hizbullah di Lebanon dengan penggerebekan di selatan dan serangan udara di Beirut.

Saat serangan pesawat tak berawak dilaporkan di Bahrain, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, bersama sekutunya sedang mempersiapkan misi 'pertahanan' ke Teluk untuk melindungi pasokan minyak.

Para analis mengatakan, Prancis mencoba 'mencari gara-gara' dengan mengerahkan angkatan lautnya ke Selat Hormuz dengan alasan akan mengawal kapal-kapal kontainer.

Sementara dia tahu bahwa Slat Hormuz kini ditutup oleh Iran dan akan menyerang kapal-kapal kontainer yang nekat melewati selat yanag berada di perairan Iran itu.

Serangan Iran di Selat Hormuz hampir sepenuhnya menghentikan kapal tanker untuk menggunakan jalur pelayaran utama yang dilalui seperlima dari minyak dunia.

Tetapi saat berbicara dalam kunjungannya ke Siprus untuk membahas keamanan regional, Macron mengatakan bahwa misi angkatan laut baru akan ditujukan untuk mengawal kapal kontainer dan kapal tanker guna membuka kembali Selat Hormuz secara bertahap setelah berakhirnya 'fase terpanas konflik'.

Saat ini konflik Amerika Serikat-Israel melawan Iran masih sedang panas-panasnya.

Bahkan Trump dan Netanyahu mengincar kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, karena sosok ini tidak disukai Donald Trump dengan mengatakan bahwa pemilihan pemimpin Iran ia seharusnya dilibatkan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow