Mensos RI Puji Inovasi Stikerisasi Bansos di Majalengka, Dorong Ketepatan Sasaran

Stikerisasi dinilai sebagai terobosan konkret dalam memastikan distribusi bantuan tepat sasaran sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan.

April 24, 2026 - 22:31
Mensos RI Puji Inovasi Stikerisasi Bansos di Majalengka, Dorong Ketepatan Sasaran

MAJALENGKA - Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Saifullah Yusuf atau akrab dipanggil Gus Ipul, memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Majalengka atas inovasi penempelan stiker pada rumah penerima bantuan sosial (bansos).

Langkah ini dinilai sebagai terobosan konkret dalam memastikan distribusi bantuan tepat sasaran sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan.

Mensos Gus Ipul menegaskan bahwa kebijakan stikerisasi menjadi bentuk transparansi sekaligus kontrol sosial di tengah masyarakat. 

"Ini adalah kerja nyata agar bansos tepat sasaran. Dengan adanya stiker, masyarakat bisa saling mengawasi dan menyadari apakah masih layak menerima bantuan atau tidak," ujar Gus Ipul di Majalengka, Jumat (24/4/2026)

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai identifikasi penerima bantuan, tetapi juga mendorong kesadaran kolektif.

Warga yang sudah tidak memenuhi kriteria diharapkan secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima, sehingga bantuan dapat dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.

Lebih lanjut, Gus Ipul menilai langkah Pemerintah Kabupaten Majalengka berada selangkah lebih maju dibanding daerah lain.

Selain mengerahkan aparatur sipil negara (ASN) untuk melakukan stikerisasi, proses ini juga sekaligus dimanfaatkan untuk pemutakhiran data sosial nasional secara lebih akurat.

"Majalengka sudah di depan. Ini sejalan dengan semangat ‘Langkung SAE’, di mana inovasi daerah mampu mendukung kebijakan nasional," tegasnya.

Mensos juga menekankan bahwa bantuan sosial sejatinya bersifat sementara, khususnya bagi masyarakat usia produktif.

Bantuan diberikan sebagai stimulus awal agar penerima dapat bangkit dan mandiri secara ekonomi. Sementara itu, untuk kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas, bantuan tetap bersifat berkelanjutan.

"Bansos itu bukan untuk selamanya. Tujuannya adalah mendorong masyarakat menjadi lebih berdaya, memiliki keterampilan, hingga mampu membuka usaha sendiri," jelasnya.

Ia menambahkan, ketepatan sasaran menjadi kunci utama keberhasilan program bansos.

Oleh karena itu, masyarakat yang sudah tidak memenuhi syarat diharapkan tidak lagi menerima bantuan, bahkan dianjurkan untuk secara sadar menolak jika masih terdata sebagai penerima.

Dengan inovasi stikerisasi dan pembaruan data yang masif, Pemerintah Kabupaten Majalengka dinilai berhasil menciptakan sistem distribusi bansos yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

"Langkah ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam upaya pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan," jelas Mensos Gus Ipul.

Sementara itu, Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menegaskan bahwa kebijakan stikerisasi bansos merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan tata kelola bantuan yang transparan dan akuntabel.

Ia menyebut, langkah ini tidak hanya bertujuan memastikan ketepatan sasaran, tetapi juga membangun kesadaran sosial di tengah masyarakat Kabupaten Majalengka.

"Stikerisasi ini bukan untuk memberi label, tetapi sebagai bentuk keterbukaan agar bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak. Kami ingin ada kejujuran dan kesadaran bersama," ujar Bupati Majalengka.

Ia juga menekankan bahwa program bansos harus mampu menjadi jembatan menuju kemandirian masyarakat.

Oleh karena itu, Pemkab Majalengka terus mendorong berbagai program pemberdayaan, mulai dari pelatihan keterampilan hingga dukungan usaha bagi keluarga penerima manfaat.

"Kami ingin masyarakat tidak selamanya bergantung pada bantuan. Harapannya, mereka bisa naik kelas, mandiri, dan memiliki penghasilan sendiri," ungkap Bupati Majalengka Eman Suherman. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow