Menembus Batas Wilayah 3T, Polije Hadir Mencetak Generasi Penggerak Ekonomi di di Sabu Raijua

Akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas sering kali menjadi tantangan besar bagi generasi muda yang tinggal di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Juli 6, 2026 - 12:30
Menembus Batas Wilayah 3T, Polije Hadir Mencetak Generasi Penggerak Ekonomi di di Sabu Raijua

SABU RAIJUA - Akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas sering kali menjadi tantangan besar bagi generasi muda yang tinggal di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). 

Jarak yang jauh dan biaya merantau yang tinggi kerap memupus mimpi anak-anak daerah untuk mengenyam bangku kuliah. Namun, komitmen untuk meruntuhkan sekat pembatas tersebut kini nyata berdiri di beranda selatan Indonesia, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.

Melalui rintisan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kampus 6, Politeknik Negeri Jember (Polije) secara resmi hadir di Sabu Raijua.

Langkah strategis ini diambil bukan sekadar untuk memperluas ekspansi akademis, melainkan sebagai hulu dari gerakan transformatif mendekatkan pendidikan vokasi berkualitas, memperkuat fondasi Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi wilayah.

Bagi masyarakat lokal, kehadiran kampus negeri asal Jawa Timur ini laksana oase. Manfaat nyata ini dirasakan langsung oleh Marquez Rona, salah satu mahasiswa yang kini menempuh studi di Polije Kampus Sabu Raijua. 

Sebelum ada Polije, pilihan untuk melanjutkan kuliah memaksa mereka harus menyeberang laut menuju Kupang atau kota besar lainnya dengan konsekuensi biaya hidup dan transportasi yang mencekik.

"Kehadiran Polije di sini membuat kami sangat bersyukur. Sekarang, anak-anak Sabu Raijua memiliki kesempatan emas untuk meraih pendidikan tinggi di tanah kelahiran sendiri tanpa harus merantau jauh dan mengeluarkan biaya besar," ungkap Marquez dengan penuh haru. Senin (06/07/2026).

Bagi Marquez dan rekan-rekannya, Polije bukan sekadar tempat kuliah, melainkan sebuah simbol harapan baru untuk masa depan yang lebih mapan.

Meski saat ini aktivitas perkuliahan masih memanfaatkan ruang di Gedung DPRD Kabupaten Sabu Raijua sebagai kampus sementara, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan roda akademik.

Fasilitas yang disiapkan dinilai telah mampu menunjang kebutuhan belajar-mengajar interaktif. Lebih dari itu, suntikan motivasi terbesar justru datang dari dedikasi para pengajar.

"Kami sangat terharu dan bangga melihat kesungguhan para dosen yang rela menempuh perjalanan jauh, melintasi provinsi dari Jember ke Sabu Raijua hanya demi mengajar kami. Totalitas mereka menjadi energi penambah semangat kami untuk belajar lebih giat. Kami berharap kolaborasi Polije dan Pemkab terus awet agar kampus ini makin berkembang," tambah Marquez.

Sinergi kuat antara sektor pendidikan dan eksekutif daerah menjadi kunci utama keberlanjutan program ini. Bupati Sabu Raijua Krisman Bernard Riwu Kore, menegaskan bahwa kehadiran Polije adalah tonggak sejarah baru (milestone) bagi pembangunan wilayahnya. 

Sabu Raijua dianugerahi potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor kelautan, pertanian lahan kering, hingga komoditas spesifik lokal, namun selama ini pengelolaannya belum maksimal akibat keterbatasan kuantitas ahli di lapangan.

"Kolaborasi ini adalah fajar baru bagi pembangunan di Sabu Raijua. Kami sangat membutuhkan pendampingan akademis yang terstruktur untuk mengolah dan memberikan nilai tambah (value-added) pada potensi alam yang kami miliki," urai Bupati Krisman.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten berkomitmen penuh mendukung eksistensi Polije, termasuk merencanakan pembukaan program studi baru ke depan yang linier dengan blueprint pembangunan dan kebutuhan riil sektor industri di Sabu Raijua. 

"Dengan sokongan dunia akademik, kami sangat optimis kesejahteraan masyarakat akan meningkat secara signifikan," tegasnya.

Di sisi lain, Direktur Politeknik Negeri Jember, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyatakan bahwa pendirian PSDKU di wilayah 3T merupakan pengejawantahan dari visi mulia Polije untuk memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia dari pinggiran.

Kehadiran Polije di Sabu Raijua didesain untuk menjawab tantangan zaman melalui kurikulum terapan yang aplikatif.

"Kami hadir di Sabu Raijua bukan sekadar untuk memberikan gelar diploma, melainkan untuk mencetak SDM yang kompeten, adaptif, dan memiliki keahlian spesifik yang selaras dengan karakteristik daerah. Sebagai wilayah 3T, Sabu Raijua punya potensi luar biasa yang butuh tangan-tangan terampil untuk mengelolanya secara berkelanjutan (sustainable)," tegas Saiful Anwar.

Melalui karakteristik pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada praktikum dan pemecahan masalah nyata (problem-solving), lulusan Polije Sabu Raijua diproyeksikan tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga pencipta lapangan kerja (job creator) yang mampu menginisiasi inovasi berbasis kearifan lokal.

Melalui rajutan sinergi yang harmonis antara entitas perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, Polije optimis mampu bertindak sebagai katalisator utama dalam mengerek mutu SDM, memacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta membawa Kabupaten Sabu Raijua melangkah lebih maju dan berdaya saing di masa depan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow