Mbah Satinah, Jemaah Haji Lansia Tanpa Pendamping Mengapresiasi Layanan Haji dan Pelayanan Petugas Haji

Rasa syukur yang mendalam dirasakan oleh Satinah Salam Kawi (84), jemaah haji asal embarkasi SOC 38. Meski berangkat tanpa didampingi keluarga, ia merasa sangat terbantu dengan pelayanan ibadah haji t

Juni 16, 2026 - 14:32
Mbah Satinah, Jemaah Haji Lansia Tanpa Pendamping Mengapresiasi Layanan Haji dan Pelayanan Petugas Haji

JAKARTA - Rasa syukur yang mendalam dirasakan oleh Satinah Salam Kawi (84), jemaah haji asal embarkasi SOC 38. Meski berangkat tanpa didampingi keluarga, ia merasa sangat terbantu dengan pelayanan ibadah haji tahun 2026 yang dinilai sangat ramah terhadap jemaah lanjut usia (lansia) dan disabilitas.

​Mbah Satinah bercerita bahwa dirinya selalu mendapatkan bantuan dari para petugas, mulai dari awal kedatangannya di Madinah, selama menjalani ibadah, hingga proses kepulangannya melalui Jeddah.

​“Suami sedo tahun 2012, kulo daftar piyambakan tahun 2014, alhamdulillah pelayanan sae (suami meninggal tahun 2012, saya daftar sendirian tahun 2014, alhamdulillah pelayanannya baik),” cerita Mbah Satinah kepada Media Center Haji (MCH) di Jeddah, dikutip pada Selasa (16/6/2026).

​Ibadah haji tahun ini menjadi pengalaman pertama bagi Mbah Satinah menginjakkan kaki di Tanah Suci. Ia sangat bahagia karena di usianya yang senja, ia masih kuat menyempurnakan rukun Islam kelima. Saat berada di Padang Arafah, ia mengaku tidak lupa mendoakan seluruh keluarganya, termasuk mendiang sang suami.

Ketulusan Petugas dan Kursi Roda Gratis

​Mbah Satinah sangat mengagumi kesigapan dan keikhlasan para petugas haji yang menjaganya. Momen haru sempat terjadi saat seorang petugas dengan sukarela mendorong kursi rodanya menuju pintu keberangkatan (gate) bandara. Karena kepolosannya, Mbah Satinah sempat khawatir harus membayar fasilitas tersebut.

​“Kursi roda niki bayar, Nak? Kulo mboten nggada arto (kursi roda ini bayar, Nak? Saya tidak punya uang),” tanya Mbah Satinah dengan polos.

​Petugas pun langsung menenangkan jemaah lansia tersebut dengan senyuman.

​“Oh mboten, Mbah. Niki gratis, mboten usah bayar (tidak, Mbah. Ini gratis, tidak usah bayar),” jawab petugas haji sambil terus mendorong kursi roda Mbah Satinah.

​Mendengar jawaban itu, Mbah Satinah langsung merasa lega dan spontan memanjatkan doa tulus untuk sang petugas.

​“Owalah matur suwun, Nak. Kulo doaaken mergawene lancar, sehat, selamet (terima kasih, Nak. Saya doakan kerjanya lancar, sehat, selamat),” ucapnya.

Apresiasi dari Jemaah Lain

​Pujian terhadap kesuksesan haji tahun ini tidak hanya datang dari Mbah Satinah. Jemaah lain yang berada dalam satu kloter dengannya juga merasakan hal yang sama. Mereka menilai keberadaan petugas haji tahun ini sangat terasa dampaknya bagi kenyamanan jemaah.

​“Enak haji yang sekarang banyak petugasnya, di mana-mana selalu ada petugas. Bahkan ada petugas khusus lansia dan disabilitas,” ungkap jemaah tersebut. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow