Mahasiswa KSM Unisma Malang Manfaatkan Limbah Kotoran Hewan Menjadi Pupuk Organik Cair

Mahasiswa KSM Tematik Unisma Malang berinisiatif untuk membantu masyarakat dan petani terutama wilayah Desa Poncokusumo

September 1, 2023 - 14:20
Mahasiswa KSM Unisma Malang Manfaatkan Limbah Kotoran Hewan Menjadi Pupuk Organik Cair

TIMESINDONESIA, MALANG – Mahasiswa KSM Tematik Unisma Malang berinisiatif untuk membantu masyarakat dan petani terutama wilayah Desa Poncokusumo untuk meningkatkan kesadaran dalam mengurangi penggunaan pupuk kimia dan juga berinovasi untuk membuat produk olahan pupuk organik yang berasal dari limbah kotoran hewan sekitar.

Desa Poncokusumo merupakan desa yang masuk dalam akses ke kawasan Taman Nasional BTS (Bromo, Tengger, Semeru). Kawasan ini merupakan kawasan yang subur dengan adanya sektor perkebunan dan pertanian. Sektor pertanian yang sangat berkembang pesat di Desa Poncokusumo ini adalah pertanian jeruk, apel, dan tanaman palawija seperti jagung, singkong, dll.

Dalam sektor pertanian dan perkebunan banyak sekali permasalahan yang terjadi seperti kurangnya kesuburan tanah, tingkat penggunaan pupuk kimia yang sangat tinggi, serta manajemen pemeliharaan dan perawatan yang kurang dipahami oleh petani.

Mahasiswa KSM-T Universitas Islam Malang yang tergabung dalam kelompok 42 memiliki inovasi untuk membantu para petani dalam penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dengan cara mengadakan kegiatan Pembuatan Pupuk Oraganik Cair (POC), Senin (21/8/2023).

Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan bahan limbah peternakan yang diolah menjadi pupuk organik cair (POC), guna meningkatkan kandungan nutrisi pada tanaman dan unsur hara yang dapat membantu lebih cepat dalam perangsangan pertumbuhan akar dan tunas pada tanaman.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Dari hasil observasi yang kami lakukan di Desa Poncokusumo kami menyimpulkan beberapa permasalahan yang di hadapi oleh para petani apel dan jeruk seperti hilangnya atau menurunnya fungsi tanah, baik sebagai sumber unsur hara tumbuhan maupun sebagai matriks tempat akar tumbuhan berjangkar dan tempat air tersimpan, sehingga kami sebagai KSM-T Unisma kelompok 42 telah membuat trobosan berupa Pupuk Organik Cair (POC) untuk mengatasi permasalahan yang di hadapi para petani.

Dalam proses pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) kami memanfaatkan limbah ternak sapi yang diformulasikan dengan serbuk sekam padi serta tambahan mikroorganisme dari Maxdegra dan tambahan Molases. Untuk takaran yang kita lakukan dalam satu drum plastik ukuran 150 liter kita buat dengan takaran kotoran sapi sebanyak 50 kg kemudian 2,5 kg serbuk sekam padi, 250 ml Maxdegra dan 250 ml Molases. Proses pembuatan Pupuk Organik Cair yang kita buat tidak mengalamai kendala yang berarti di karenakan bahan-bahan yang kita gunakan sangat mudah untuk didapatkan dan hanya membutuhkan proses fermentasi yang tidak lama sekitar 4 sampai 7 hari.

Fermentasi yang dilakukan ini berbeda dengan fermentasi pada umumnya yang memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Hal ini dikarenakan mikroba yang ditambahkan mudah mengurai dengan bahan-bahan yang lain sehingga tidak perlu waktu lama untuk proses fermentasinya.

Diharapkan dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) untuk mengatasi penggunaan pestisida yang berlebihan dan memulihkan tanah perkebunan yang hilang unsur haranya. Dalam pembuatan pupuk organik cair (POC) menggunakan 100% bahan organik. Hal ini perlu ditingkatan dan ditindaklanjuti agar penggunaannya pestisida bisa digantikan oleh Agro Nutrient’s.

KSM tematik mahasiswa Unisma kali ini berbeda dengan tahun sebelum-sebelumnya. Dalam kali ini Para mahasiswa yang KSM Tematik di Desa Poncokusumo berpartisipasi dalam kegiatan makan gratis dan bersih desa yang dilaksanakan pada Sabtu (26/8/2023).

Bertempat di Lapangan Poncokusumo Mahasiswa KSM Tematik Unisma berpartisipasi dengan mengadakan penyuluhan kesehatan gratis bagi lansia dan juga pengenalan produk inovasi yang dibuat oleh mahasiswa KSM Tematik Unisma yaitu Pupuk Organik Cair untuk segala tanaman dan sayur-sayuran mengingat potensi Desa Poncokusumo yg kaya akan hasil bumi seperti jeruk, apel, jagung, dan lain-lain.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Produk Agro Nutrient’s diperkenalkan melalui kegiatan makan bersama yang diselenggarakan oleh perangkat desa untuk mensyukuri kemerdekaan dan hasil tani yang melimpah. Dalam pengenalan produk Agro Nutrient’s tersebut digunakan sesudah adanya program kerja dari kelompok 44 yaitu posko ”Pemeriksaan Kesehatan KSM-Tematik 2023” yang diperuntukkan untuk warga lansia di Desa Poncokusumo yang berumur 50 – lansia.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bapak Bupati Kabupaten Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. tak lupa beliau juga sangat antusias dengan mengunjungi stand pemeriksaan gratis dan pameran produk inovasi dari mahasiswa KSM Tematik Unisma. Tak banyak yang beliau sampaikan kepada mahasiswa KSM Tematik Unisma hanya harapan beliau dengan adanya inovasi yang digalakan serta sinergitas dari mahasiswa KSM Tematik Unisma dengan elemen pemerintahan dan juga masyarakat bisa meningkatkan kualitas mahasiswa sehingga bisa siap untuk terjun ke masyarakat.

Ia bangga kepada mahasiswa KSM Tematik Unisma Malang yang mengadakan pemeriksaan gratis karena antusiasme Masyarakat Desa Poncokusumo yang ikut berpatisipasti melebihi jumlah kuota yang disediakan. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Pewarta: Mohamad Alwan Al Ari, dkk. Mahasiswa KSM-T Kelompok 42 Universitas Islam Malang (UNISMA)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow