Mahasiswa FK UNISMA Pelajari Sistem Kesehatan Masyarakat di Distrik Khlong Hoi Khong
Program KSM Internasional Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK UNISMA) kembali menghadirkan pengalaman akademik lintas negara melalui kegiatan exchange knowledge di Distrik Khlong Hoi Khon
THAILAND Program KSM Internasional Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK UNISMA) kembali menghadirkan pengalaman akademik lintas negara melalui kegiatan exchange knowledge di Distrik Khlong Hoi Khong, Provinsi Songkhla, Thailand. Kunjungan ini berfokus pada pemahaman sistem pelayanan kesehatan masyarakat serta perbandingannya dengan tata kelola kesehatan di Indonesia.
15 mahasiswa dan salah satu dosen FK UNISMA didampingi dari pihak dejavato dan vsa diterima oleh jajaran Distrik Public Health yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai organisasi pelayanan kesehatan di tingkat lokal. Mahasiswa diperkenalkan pada struktur administrasi dari distrik hingga subdistrik, termasuk bagaimana setiap unit bertanggung jawab terhadap populasi tertentu dengan indikator kesehatan terukur seperti cakupan imunisasi, pengendalian penyakit tidak menular, serta layanan kesehatan ibu dan anak.
Pada aspek promotif dan preventif, distrik menjalankan kegiatan health promotion secara berkelanjutan melalui kampanye nutrisi seimbang, peningkatan aktivitas fisik, pengurangan faktor risiko penyakit kronis, serta edukasi di sekolah dan komunitas. Upaya ini berjalan beriringan dengan berbagai program skrining seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan penilaian risiko kardiovaskular. Data skrining dicatat dalam sistem informasi kesehatan untuk membantu perencanaan intervensi berikutnya.
Mahasiswa juga memperoleh penjelasan rinci mengenai pembagian layanan primary, secondary, dan tertiary care. Fasilitas primer berfungsi sebagai pintu pertama pelayanan, sedangkan kasus yang membutuhkan keahlian atau peralatan lebih lanjut akan dirujuk secara bertahap sesuai kebutuhan medis pasien. Sistem ini dinilai membantu menjaga efisiensi sekaligus memastikan kontinuitas perawatan.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Pertukaran informasi semakin berkembang saat membahas sistem pembiayaan kesehatan. Mahasiswa FK UNISMA memaparkan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional di Indonesia beserta dinamika rujukannya, sementara pihak Thailand menjelaskan bagaimana sistem mereka menempatkan warga pada fasilitas layanan tertentu agar pemantauan kesehatan berlangsung berkesinambungan. Diskusi ini memberikan gambaran bahwa desain kebijakan finansial memiliki dampak besar terhadap akses dan kualitas layanan.
Selain pelayanan di fasilitas kesehatan, distrik juga menekankan pentingnya home visit, terutama bagi lansia, pasien dengan penyakit kronis, dan individu dengan keterbatasan mobilitas. Dalam kunjungan rumah, tenaga kesehatan dan relawan tidak hanya mengevaluasi kondisi medis, tetapi juga lingkungan tempat tinggal, dukungan keluarga, serta kepatuhan terapi.
Dalam sesi diskusi, pihak distrik turut menyinggung pengalaman mereka menghadapi banjir yang baru-baru ini melanda wilayah Hatyai. Mahasiswa diperlihatkan dokumentasi video situasi saat kejadian, termasuk proses evakuasi warga, pendirian titik pelayanan kesehatan sementara, serta koordinasi antara relawan desa, petugas kesehatan, dan pemerintah lokal. Dijelaskan bahwa jejaring VHV (Village Health Volunteer) berperan penting dalam mengidentifikasi kelompok rentan seperti lansia dan pasien yang membutuhkan bantuan khusus sehingga proses pemindahan dapat dilakukan lebih cepat.
Mekanisme pelaporan cepat dari masyarakat memungkinkan pusat kesehatan segera mengirim bantuan medis, logistik, dan dukungan sanitasi untuk mencegah munculnya penyakit pascabencana. Bagi mahasiswa, paparan ini memberikan pemahaman nyata mengenai bagaimana sistem kesehatan primer berfungsi tidak hanya dalam kondisi normal, tetapi juga saat situasi darurat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh perspektif bahwa kekuatan layanan kesehatan masyarakat terletak pada integrasi antara fasilitas medis, data kesehatan, kesiapsiagaan bencana, serta partisipasi aktif komunitas. Pengalaman ini menjadi bekal penting dalam membentuk calon dokter yang mampu melihat kesehatan dari sudut pandang sistem, bukan hanya individu.
Program KSM Internasional FK UNISMA pun terus menunjukkan perannya dalam memperluas wawasan global mahasiswa sekaligus mempererat hubungan kolaboratif antara Indonesia dan Thailand. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
*)Pewarta: Mahasiswa KSM Internasional Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (UNISMA)
Apa Reaksi Anda?