Mahasiswa Asal Bondowoso Dipulangkan dari Iran, Abdullah Kini Kembali ke Keluarga
Abdullah, mahasiswa asal Kabupaten Bondowoso yang menempuh studi di Iran, akhirnya bisa bernapas lega setelah berhasil dipulangkan ke tanah air.
BONDOWOSO - Abdullah, mahasiswa asal Kabupaten Bondowoso yang menempuh studi di Iran, akhirnya bisa bernapas lega setelah berhasil dipulangkan ke tanah air.
Ia tiba di Jawa Timur pada Rabu (16/4/2026) malam kemarin usai sebelumnya berada dalam situasi penuh kekhawatiran akibat konflik di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Abdullah tidak sendiri. Ia dipulangkan bersama empat warga Jawa Timur lainnya yang berasal dari sejumlah daerah, seperti Situbondo dan Malang. Saat ini, seluruhnya telah kembali ke rumah masing-masing.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Jawa Timur, Muchamad Arif Ardiansyah menjelaskan, proses pemulangan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi.
Upaya tersebut melibatkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), pemerintah pusat, hingga pemerintah daerah agar seluruh tahapan berjalan tertib dan aman.
“Mulai dari KBRI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah agar berjalan tertib,” ujarnya.
Sebelumnya, Abdullah bersama rombongan difasilitasi kepulangannya dari Iran ke Indonesia oleh Kementerian Luar Negeri melalui KBRI.
Setibanya di Jakarta, mereka kemudian dibantu melanjutkan perjalanan ke Surabaya oleh Badan Penghubung (Banhub) Jawa Timur.
Sesampainya di Surabaya, para WNI tersebut diserahkan kepada Dinas Sosial Jawa Timur untuk selanjutnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing dengan melibatkan Dinas Sosial kabupaten/kota.
“Jika nantinya ada tambahan pemulangan warga asal Jawa Timur, kami akan menyesuaikan fasilitasi dengan kebutuhan di lapangan agar prosesnya tetap berjalan lancar,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AKB Bondowoso, dr. Mohammad Imron mengungkapkan, Abdullah merupakan warga Desa Taman, Kecamatan Grujugan. Ia telah menempuh pendidikan di Iran selama kurang lebih empat tahun.
“Dari hasil asesmen, pihak keluarga membenarkan yang bersangkutan adalah putranya yang sedang kuliah di Iran,” jelasnya.
Menurutnya, keputusan pemulangan diambil karena kondisi di Iran dinilai tidak kondusif pasca meningkatnya tensi konflik.
Setibanya di Bondowoso kata Imron, Abdullah langsung dijemput oleh keluarganya dan menjalani proses serah terima secara resmi di kantor Dinas Sosial setempat.
“Dilakukan prosedur serah terima WNI kepala keluarganya yang diwakili ayahanda,” ungkap Imron pada TIMES Indonesia, Senin (20/4/02026). (*)
Apa Reaksi Anda?