Lolos Saat Ribuan Gugur: Dua Mahasiswa UNISMA Tembus Beswan Djarum
Dari sekitar 18.000 pendaftar di seluruh Indonesia, hanya 500 mahasiswa yang terpilih sebagai Beswan Djarum angkatan ke-41. Dua di antaranya berasal dari Universitas Islam Malang (UNISMA).
MALANG Dari sekitar 18.000 pendaftar di seluruh Indonesia, hanya 500 mahasiswa yang terpilih sebagai Beswan Djarum angkatan ke-41. Dua di antaranya berasal dari Universitas Islam Malang (UNISMA). Mereka adalah Alya Nabila Septiana (Administrasi Publik) dan Qothrun Nadhana Mashari (Administrasi Bisnis).
Bagi keduanya, lolos Djarum Beasiswa Plus bukan sekadar soal prestasi, tetapi hasil dari perjalanan panjang yang ditempuh dengan konsistensi dan keberanian untuk terus bertumbuh.
Alya dikenal aktif sebagai Duta Kampus UNISMA dan Duta Hijab Radar Malang. Pengalamannya di dunia keprotokolan dan representasi publik melatih ketepatan sikap, komunikasi, serta profesionalisme dalam berbagai situasi. Terbiasa bekerja di bawah tekanan dan dalam tim yang beragam, Alya membawa karakter kepemimpinan yang matang dan adaptif nilai yang selaras dengan karakter Beswan Djarum.
Sementara itu, Qothrun yang akrab dipanggil Nada, menempuh jalur berbeda. Berangkat dari ketertarikan pada isu sosial, ia terlibat dalam GerakDampak Academy besutan Indika Foundation. Di sana, ia belajar merancang program berbasis kebutuhan masyarakat dan terjun langsung dalam kegiatan sosial. Pengalaman tersebut diperkuat lewat berbagai kompetisi business plan dan marketing plan, yang mengasah cara berpikir strategis dan solutif.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Seleksi Beswan Djarum sendiri dikenal ketat dan panjang. mulai dari administrasi, tes daring dan luring, FGD, dinamika kelompok, hingga wawancara akhir. Setiap tahap menguji nalar, ketahanan mental, dan kemampuan bekerja sama. Bagi Alya dan Qothrun, proses ini menjadi ruang refleksi sekaligus pembuktian atas rekam jejak yang mereka bangun selama ini.
Bagi alya lolos menjadi awardee beswan djarum merupakan hal yang luar biasa dan diluar ekspektasi. “Rasa minder dan juga takut pasti ada, karna melihat para mahasiswa yang mendaftar juga keren-keren dan penuh prestasi. Tapi percaya dengan potensi diri, tetap menjadi diri sendiri dan juga tawakkal adalah hal yang harus dilakukan untuk menghadapi hal baru” ungkap Alya.
Sebagai Beswan, keduanya mengikuti Character Building di Purwakarta. Selama tiga hari, mereka ditempa melalui tantangan alam dan dinamika kelompok.
“Di situ kami belajar mengelola ego, berkomunikasi jujur, dan bertahan dalam kondisi yang tidak selalu nyaman. Disini kita dilatih untuk menembus batas dan rasa takut kita, dan dipersiapkan menjadi mahasiswa yang berkarakter dalam menghadapi permasalahan dan persoalan dalam kehidupan” ujar Nada.
Djarum Beasiswa Plus tak hanya memberi dukungan finansial, tetapi juga ekosistem pengembangan diri mulai dari community empowerment, pelatihan kepemimpinan, hingga peluang international exposure.
Di balik capaian ini, ada doa orang tua, bimbingan dosen, dan dukungan teman-teman yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan mereka. Keberhasilan ini bukan titik akhir, melainkan awal untuk kontribusi yang lebih luas.
Prestasi dan pencapaian Alya dan Nada diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa UNISMA lainnya bahwa keberanian mencoba, konsistensi dalam proses, dan kemauan bertumbuh adalah modal penting untuk membuka peluang besar di masa depan. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Apa Reaksi Anda?