Lewat Eco-Tungku Desa, Mahasiswa KSM 57 UNISMA Bantu Warga Wedoro Kelola Sampah Ramah Lingkungan
Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Nusantara Kelompok 57 Universitas Islam Malang (UNISMA) menghadirkan inovasi ramah lingkungan melalui pembangunan Eco-Tungku Desa di Desa Wedoro, Kecamatan Pa
MALANG Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Nusantara Kelompok 57 Universitas Islam Malang (UNISMA) menghadirkan inovasi ramah lingkungan melalui pembangunan Eco-Tungku Desa di Desa Wedoro, Kecamatan Pandaan.
Program ini menjadi salah satu program kerja unggulan mahasiswa KSM sebagai upaya membantu masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga agar lebih tertata dan tidak menimbulkan polusi berlebihan.
Program Eco-Tungku Desa dilatarbelakangi oleh kondisi di lingkungan masyarakat yang masih sering membakar sampah secara terbuka. Cara tersebut kerap menimbulkan asap pekat yang dapat mengganggu kenyamanan warga serta berpotensi mencemari udara di sekitar permukiman.
Melalui program ini, mahasiswa KSM 57 UNISMA berinisiatif membangun sebuah tungku pembakaran sampah yang dirancang lebih aman dan terkontrol. Tungku tersebut dibuat menggunakan bata ringan yang disusun menjadi struktur pembakaran tertutup sehingga proses pembakaran dapat berlangsung lebih efektif.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Sebelum proses pembangunan dimulai, mahasiswa KSM terlebih dahulu melakukan tahap perencanaan secara matang. Proses tersebut meliputi penyusunan desain tungku, perhitungan kebutuhan anggaran, penentuan bahan bangunan, hingga pemilihan lokasi pembangunan yang telah dikoordinasikan bersama pemerintah Desa Wedoro.
Pengerjaan Eco-Tungku Desa dilaksanakan pada minggu keempat hingga minggu kelima pelaksanaan KSM. Proses pembangunan memerlukan ketelitian yang cukup tinggi, terutama dalam penyusunan bata ringan agar struktur tungku dapat berdiri kokoh dan berfungsi secara optimal. Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu juga sempat menjadi tantangan dalam proses pengerjaan.
Eco-Tungku Desa yang dibangun memiliki desain pembakaran tertutup dengan ruang pembakaran di bagian depan yang dilengkapi pintu miring, sementara bagian bawah berfungsi sebagai saluran udara untuk membantu proses pembakaran. Pada bagian atas tungku terdapat dua lubang cerobong yang berfungsi mengarahkan asap keluar sehingga tidak menyebar di sekitar lingkungan warga.
Kepala Desa Wedoro mengapresiasi inisiatif mahasiswa KSM UNISMA yang dinilai mampu menghadirkan solusi sederhana namun bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi program yang dilakukan mahasiswa KSM UNISMA ini. Eco-Tungku Desa dapat membantu masyarakat dalam mengelola sampah dengan cara yang lebih tertata dan tidak menimbulkan polusi berlebihan,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari masyarakat setempat. Salah satu warga Desa Wedoro, Siti Aminah, mengaku keberadaan Eco-Tungku Desa memberikan alternatif yang lebih baik dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
“Biasanya warga membakar sampah di halaman rumah masing-masing. Dengan adanya tungku ini, pembakaran bisa dilakukan di satu tempat sehingga lebih aman dan tidak terlalu mengganggu lingkungan,” tuturnya.
Dalam pelaksanaan program tersebut, mahasiswa KSM 57 UNISMA juga mendapatkan pendampingan akademik dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Dr. Ika Ratih Sulistiani, S.Pd., M.Pd yang memberikan arahan dan evaluasi selama kegiatan pengabdian berlangsung. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program kerja dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Setelah melalui proses pembangunan yang cukup panjang, Eco-Tungku Desa akhirnya diresmikan pada 10 Maret bertepatan dengan kegiatan penutupan KSM 57 UNISMA di Desa Wedoro. Peresmian tersebut menjadi simbol keberhasilan kerja sama antara mahasiswa melalui proses pemotongan pita, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan inovasi sederhana yang berdampak bagi lingkungan.
Melalui program Eco-Tungku Desa, mahasiswa berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat serta menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
*)Pewarta: Mahasiswa KSM-N Kelompok 57 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Apa Reaksi Anda?