Langkah Nyata Sekar Wulan Mendorong Perempuan dalam Ekonomi Kerakyatan
Sekar Wulan, guru Bahasa Inggris 25 tahun asal Cisayong Tasikmalaya, gagas gerakan "Perempuan sebagai Kontributor Pembaharuan". Dorong perempuan kelola & promosikan wisata lokal untuk ekonomi kerakyat
TASIKMALAYA - Sinar matahari pagi baru saja menyentuh hamparan hijau di Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, saat seorang perempuan muda bersiap memulai harinya yang padat. Perempuan cantik itu adalah Sekar Wulan, sosok ramah berusia 25 tahun yang akrab disapa dengan panggilan Teh Kay atau Teh Sekay oleh orang-orang di sekitarnya.
Lahir sebagai anak kedua dari empat bersaudara, ia tumbuh dengan kepekaan sosial terhadap tanah kelahirannya, sebuah daerah di Jawa Barat yang kaya akan potensi alam namun kerap kali luput dari pengelolaan yang berkeadilan bagi masyarakat lokal.
Latar belakang pendidikannya sebagai lulusan sarjana strata satu keguruan program studi Pendidikan Bahasa Inggris memberinya fondasi kuat dalam berkomunikasi dan mentransfer ilmu kepada generasi penerus.
Sehari-hari, ia mendedikasikan dirinya sebagai salah satu guru Bahasa Inggris di sebuah sekolah menengah kejuruan yang ada di wilayah tersebut, sembari membagi waktu untuk menjalankan berbagai profesi lepas sebagai model, pembuat konten, dan talenta berbakat.
Di ranah digital, jejak langkah dan aktivitas kesehariannya dapat disimak melalui akun Instagram miliknya di Instagram @sekarwulan_20 dan sekarwulannnnnnn, Tiktok @nonnnnnnnn.20 serta Facebook Sekar Wulan
Eksistensi Perempuan dalam Pembaharuan Lokal
Bagi Sekar Wulan, eksistensi seorang perempuan tidak boleh dibatasi hanya pada ruang domestik melainkan harus mampu mengambil posisi strategis dalam gerak pembaharuan zaman.
Gagasan besar ini dituangkannya secara nyata melalui sebuah gerakan advokasi yang dinamai Perempuan sebagai Kontributor Pembaharuan: Eksistensi dan Posisi Strategis Perempuan.
Momen Mojang Wakil 2 Sukapura Kabupaten Tasikmalaya 2024, Sekar Wulan, saat menjalankan advokasi. (FOTO: Sekar Wulan for TIMES Indonesia)
"Fokus utama dari pergerakan ini adalah menggerakkan potensi kaum perempuan dalam mengelola dan mempromosikan pariwisata lokal guna mewujudkan fondasi ekonomi kerakyatan yang kuat serta mandiri," ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Kemudian ia menceritakan bahwa perempuan memiliki kepekaan yang unik dalam menata lingkungan serta merawat kearifan lokal agar tetap lestari di tengah gempuran modernisasi.
Melalui gerakan yang dipeloporinya, ia tidak sekadar memamerkan keindahan destinasi wisata lokal di media sosial, melainkan turun langsung mengedukasi masyarakat untuk menjaga, merawat, dan menata sumber daya alam sebagai aset bersama.
Menurut pandangannya, bahwa kesadaran kolektif untuk melestarikan lingkungan merupakan kunci utama agar pembangunan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa merusak tatanan alam.
Dalam menjalankan roda pergerakan ini, Sekar Wulan juga aktif mendorong terjalinnya kolaborasi yang harmonis dengan berbagai pihak khususnya pemerintah daerah setempat.
Lebih lanjut dia menegaskan bahwa perempuan masa kini harus mampu menempatkan diri sebagai partner strategis sekaligus partner kritis dalam proses pengelolaan sumber daya alam.
"Hubungan ini sangat penting agar setiap kebijakan mengenai pengembangan sektor pariwisata selalu berpihak pada kelestarian ekologis dan peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat luas," katanya.
Mengubah Penghargaan Menjadi Ruang Pengabdian
Langkah nyata perempuan asal Cisayong ini kian diperkuat oleh serangkaian pencapaian dan rekam jejak profesionalnya yang gemilang di dunia pelestarian budaya serta seni pertunjukan.
Saat ini, ia memegang amanah penting sebagai Mojang Wakil 2 Sukapura dalam Paguyuban Mojang Jajaka Kabupaten Tasikmalaya tahun 2024, sebuah posisi yang memperluas ruang dengar bagi gagasan advokasinya.
Dedikasinya terhadap kebudayaan Sunda kian terbukti ketika ia berhasil meraih predikat Juara 1 dalam Pasanggiri Pinton Anggon Kabaya Sunda Sinjang Batik Tasikan pada tahun 2025.
Kecakapannya dalam berkomunikasi di depan publik membawa dirinya dipercaya memegang kendali acara dalam berbagai momentum besar, salah satunya menjadi pembawa acara untuk Kirab Mahkota Binokasih yang dipandunya bersama dengan Kang Soni SOS.
Kepercayaan publik terhadap keahliannya di dunia mode dan evaluasi seni juga terlihat saat ia didapuk menjadi Juri Grand Final Putra-Putri FISIP Euforia tahun 2024 serta Juri Fashion Show XSHA tahun 2025.
Tidak hanya itu, jiwa mudanya yang dinamis membuat dirinya dipercaya memandu acara sebagai pembawa acara dalam perayaan hari jadi komunitas My Trip My Adventure yang ke-11.
Berbagai pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinannya, hingga kini ia dipercaya mengemban tugas sebagai sekretaris dalam struktur kepengurusan Pasanggiri 2026.
Seluruh portofolio prestasi dan pengalaman kerja ini ia transformasikan menjadi energi positif untuk melayani masyarakat, bukan sekadar pajangan daftar pencapaian pribadi.
"Gelar mojang yang melekat saya pandang sebagai sebuah tanggung jawab moral yang besar untuk membawa perubahan dan kemajuan nyata bagi tanah kelahiran," tuturnya sembari tersenyum manis.
Menjawab Tantangan Eksploitasi di Era Digital
Kehadiran teknologi dan pesatnya arus digitalisasi di era modern dipandang oleh Sekar Wulan sebagai sebuah peluang emas yang harus dimanfaatkan dengan bijak.
Menurutnya, perangkat digital merupakan sarana terbaik untuk memperkenalkan kekayaan budaya, kearifan lokal, serta keindahan destinasi wisata alam Kabupaten Tasikmalaya ke jangkauan pasar yang jauh lebih luas.
"Namun, saya juga menyadari betul bahwa tantangan yang membentang di hadapan saat ini sama sekali tidak dapat dianggap remeh," ungkapnya menjelaskan.
Dia melihat masih banyak pihak yang memandang potensi kekayaan alam di daerah hanya dari sudut pandang keuntungan ekonomi semata tanpa memikirkan dampak jangka panjangnya.
Ia menambahkan bahwa pandangan yang sempit tersebut sering kali memicu terjadinya eksploitasi lingkungan secara berlebihan demi keuntungan segelintir kelompok.
Pola pikir pragmatis seperti ini menurutnya dapat merusak keseimbangan alam serta mengancam keberadaan destinasi wisata yang seharusnya diwariskan kepada generasi masa depan.
Oleh karena itu, melalui gerakan advokasi yang dipeloporinya, ia terus menyuarakan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam lingkungan.
Secara khusus ia berharap agar perempuan di Kabupaten Tasikmalaya dapat semakin berdaya, mengambil peran aktif, dan menjadi motor penggerak utama dalam setiap proses pembangunan daerah.
"Kolaborasi yang erat antara elemen masyarakat, kaum perempuan, generasi muda, dan pihak pemerintah daerah akan mampu mengoptimalkan sektor pariwisata demi kesejahteraan bersama," bebernya.
Sinergi Kolektif dan Panggilan untuk Generasi Muda
Menyadari bahwa sebuah gerakan pembaharuan tidak dapat berjalan di atas pundak satu orang saja, Sekar Wulandari melemparkan ajakan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat.
Dirinya menaruh harapan besar pada generasi muda yang memegang peran sentral sebagai agen perubahan di era digital. Dengan modal kreativitas dan inovasi yang dimiliki, kaum muda diharapkan mampu menjadi barisan terdepan dalam mengedukasi publik mengenai pentingnya menjaga keasrian bumi pasundan.
"Mari kita bersama-sama menjadi generasi yang tidak hanya memiliki rasa bangga terhadap daerah asal, tetapi juga mampu memberikan sumbangsih nyata melalui tindakan sekecil apa pun," ucap Sekar Wulan penuh semangat.
Langkah nyata ini menurutnya harus didukung penuh oleh ekosistem terdekat, mulai dari lingkungan pertemanan yang saling memberikan energi positif, hingga peran orang tua dalam menanamkan rasa cinta pada kebudayaan lokal.
"Dukungan moral dari keluarga saya pandang sebagai fondasi utama yang membuat generasi muda memiliki rasa percaya diri tinggi untuk berkarya," tambahnya.
Di sisi lain, ia juga menaruh harapan besar agar pihak pemerintah daerah terus konsisten memberikan ruang bagi perkembangan potensi masyarakat melalui program pembinaan yang terarah.
Penyediaan fasilitas pendukung, pelatihan keterampilan, serta ruang apresiasi seni dinilai akan mempercepat lahirnya inovasi-inovasi baru dari tangan pemuda setempat.
Kerja sama yang solid antara lini pemerintah, unit keluarga, jejaring pertemanan, dan pemuda diyakini akan menjadi kekuatan besar yang membawa daerah melangkah maju dan dikenal luas.
Apa Reaksi Anda?