Korsel Sesalkan Sikap Bermusuhan Korut, Kim Jong-un Buka Peluang Dialog dengan AS

Korea Selatan menyesalkan sikap bermusuhan Korea Utara, sementara Kim Jong-un memberi sinyal terbuka untuk dialog dengan Amerika Serikat dan menegaskan penguatan program nuklirnya.

Februari 26, 2026 - 16:30
Korsel Sesalkan Sikap Bermusuhan Korut, Kim Jong-un Buka Peluang Dialog dengan AS

MALANG Pemerintah Korea Selatan menyesalkan keputusan Kim Jong-un yang kembali menegaskan kebijakan dua Korea sebagai negara bermusuhan dan menolak tawaran dialog dari pemerintahan Lee Jae Myung.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan, Kamis (26/2/2026), menyatakan penyesalannya atas sikap Pyongyang yang memilih mempertahankan kebijakan konfrontatif tanpa merespons upaya Seoul untuk membangun hidup berdampingan secara damai.

“Kementerian sangat menyesalkan bahwa Korea Utara mengungkapkan sikap untuk melanjutkan kebijakan dua negara bermusuhan tanpa menanggapi upaya pemerintah kami untuk hidup berdampingan secara damai,” demikian pernyataan resmi kementerian.

Meski demikian, Seoul menegaskan tidak akan gentar dan tetap melanjutkan pendekatan rekonsiliasi, seraya menegaskan tidak mencari penyatuan dengan kekerasan maupun tindakan permusuhan.

Pernyataan Kim disampaikan dalam Kongres Kesembilan Partai Buruh Korea. Dalam forum tersebut, Kim menegaskan negaranya “tidak akan berurusan dengan Korea Selatan” dan menyebut tawaran dialog Seoul sebagai “tipuan”.

Ia kembali menegaskan posisi yang pertama kali ia kemukakan pada 2023, bahwa hubungan antar-Korea adalah hubungan antarnegara yang bermusuhan.

Buka Pintu untuk AS

Di sisi lain, Kim memberi sinyal berbeda terhadap Amerika Serikat. Menurut laporan media pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), Kim menyatakan Pyongyang tidak memiliki alasan untuk menolak hubungan dengan Washington jika AS menghormati status Korea Utara dan menghentikan kebijakan yang dianggap bermusuhan.

“Kami tidak punya alasan untuk tidak bergaul dengan Amerika Serikat jika negara itu menghormati status negara kami saat ini dan menghentikan kebijakan permusuhannya,” kata Kim.

Ia menambahkan bahwa prospek hubungan Korut-AS sepenuhnya bergantung pada sikap Washington. “Baik itu hidup berdampingan secara damai atau konfrontasi abadi, kami siap untuk keduanya,” tegasnya.

Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi kemungkinan pertemuan lanjutan dengan Presiden AS Donald Trump. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga memberi sinyal bahwa Washington terbuka untuk dialog.

Tegaskan Status Nuklir

Dalam kongres partai tersebut, Kim juga menegaskan kembali status negaranya sebagai negara bersenjata nuklir. Ia berjanji memperkuat dan memperluas kemampuan nuklir, termasuk pengembangan rudal balistik antarbenua (ICBM) berbasis darat dan laut, drone berbasis kecerdasan buatan, satelit pengawasan, serta peningkatan kemampuan angkatan laut.

“Partai kami memiliki tekad yang teguh untuk semakin memperkuat kekuatan nuklir negara,” ujarnya.

Kim menyebut senjata nuklir sebagai “jaminan dan alat pengamanan” untuk menjaga keamanan nasional dan stabilitas regional. Ia bahkan menyatakan bahwa dalam lima tahun mendatang, kekuatan pertahanan Korea Utara akan mencapai tingkat yang sulit ditandingi musuhnya.

Perkembangan ini menunjukkan kontras sikap Pyongyang yang menutup pintu bagi Seoul, namun membuka ruang negosiasi dengan Washington di tengah dinamika geopolitik kawasan.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow