KH Kafabihi Mahrus Imbau Jemaah Tidak Bermain Handphone saat di Arafah
Teknologi seperti handphone sejatinya digunakan untuk memudahkan berkomunikasi bukan menggangu kekhidmatan ibadah termasuk puncak ibadah haji di Arafah bagi jemaah haji Indonesia.
JAKARTA - Teknologi seperti handphone sejatinya digunakan untuk memudahkan berkomunikasi bukan menggangu kekhidmatan ibadah termasuk puncak ibadah haji di Arafah bagi jemaah haji Indonesia.
“Jadi ketika di Arafah nanti kita sudah menghindari dari main handphone pada waktu jam 12 siang sampai maghrib,” imbau Musyrif Diny KH. Abdullah Kafabihi Mahrus kepada Media Center Haji di Makkah dikutip pada Selasa (19/5/2026).
Kiai Kafabihi mengatakan imbauan penggunaan handphone di jam tersebut bertujuan agar jemaah haji Indonesia dapat fokus dan mengoptimalkan waktu di Arafah dengan melakukan ibadah.
“Yaumul (hari-red) Arafah itu supaya kita gunakan dengan sebaik-baiknya untuk doa, untuk berdzikir, atau baca sholawat,” kata Kiai Kafabihi yang juga menjabat sebagai pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur.
Kiai Kafabihi juga mengungkapkan, Arafah sendiri merupakan tempat dan waktu yang mustajab untuk bermunajat, sehingga ia mengingatkan jemaah untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk berdoa.
“Kalau di Indonesia kan hanya waktu saja yang mustajab seperti seperti sepertiga malam, tapi kalau di Tanah Suci, ini ada waktu mustajab dan ada tempat mustajab yang bisa digunakan sebaik-baiknya mungkin,” ungkapnya.
Terakhir Kiai Kafabihi mengajak jemaah haji Indonesia untuk tidak melakukan panggilan video saat di Arafah terlebih mempersilahkan untuk berdoa masing-masing melalui panggilan video.
“Kalau misal mereka hanya mengamini setiap doa yang diucapkan oleh jemaah haji Indonesia di Arafah itu tidak apa-apa,” tandasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?