Kasus Alumni LPDP Viral, Lebih dari 600 Awardee Diduga Langgar Kewajiban Pengabdian
Kasus viral alumni LPDP membuka fakta dugaan pelanggaran kewajiban pengabdian oleh lebih dari 600 awardee. Delapan orang telah dijatuhi sanksi, sementara puluhan lainnya masih diperiksa.
JAKARTA Kasus alumni beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, menjadi sorotan publik setelah mengunggah video kontroversial yang memamerkan paspor Inggris anaknya dengan narasi, “cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan.” Unggahan tersebut dinilai sebagian warganet sebagai bentuk penghinaan terhadap Indonesia.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, secara tegas menyatakan Dwi masuk daftar hitam (blacklist) dan diminta segera mengembalikan dana beasiswa kepada negara.
Kasus ini turut membuka fakta lain terkait dugaan pelanggaran kewajiban pengabdian oleh penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Lebih dari 600 awardee disebut terindikasi tidak memenuhi kewajiban pengabdian di dalam negeri.
Dari jumlah tersebut, delapan orang telah dijatuhi sanksi, termasuk kewajiban pengembalian dana. Sementara 36 orang lainnya masih dalam proses pemeriksaan.
Hal itu disampaikan Direktur LPDP, Sudarto, dalam konferensi pers agenda APBN Kita Januari 2026 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
“Kami sudah melakukan penelitian terhadap mungkin lebih dari 600 awardee,” ujarnya.
Ia menjelaskan, data tersebut diperoleh dari catatan perlintasan keimigrasian Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta laporan masyarakat.
Menurut Sudarto, dari laporan tersebut terdapat penerima beasiswa yang masih dalam periode magang, ada yang telah menyelesaikan masa pengabdian, serta ada yang mendapatkan penugasan resmi dari instansinya.
“Kemudian ada yang sudah selesai masa pengabdian ataupun mendapatkan penugasan dari kantornya,” katanya.
Hingga 30 November 2025, secara akumulatif LPDP telah memberikan beasiswa kepada 58.360 penerima sejak 2013. Dalam Kilas Kinerja LPDP 2025 disebutkan, dari jumlah tersebut 31.572 orang telah menjadi alumni, 19.686 orang masih menempuh studi, dan sisanya dalam tahap persiapan studi.
Pada seleksi 2025, sebanyak 4.211 orang dinyatakan lulus beasiswa jenjang S2 dan S3. Jumlah pendaftar pada tahun tersebut mencapai 79.126 orang, tertinggi sejak program ini bergulir pada 2013.(*)
Apa Reaksi Anda?