Kapal Perang Iran Tenggelam oleh Torpedo AS, Konflik Merembet ke Samudra Hindia

Kapal perang Iran IRIS Dena ditenggelamkan torpedo kapal selam AS di Samudra Hindia usai latihan militer di India. Serangan ini memicu kemarahan Teheran.

Maret 6, 2026 - 14:00
Kapal Perang Iran Tenggelam oleh Torpedo AS, Konflik Merembet ke Samudra Hindia

JAKARTA Ketegangan konflik Amerika Serikat dan Iran kini meluas hingga kawasan Samudra Hindia. Kapal perang Iran IRIS Dena tenggelam setelah dihantam torpedo kapal selam Amerika Serikat pada Rabu (4/3/2026), sekitar 44 mil laut atau sekitar 81 kilometer di selatan Sri Lanka.

Serangan tersebut terjadi saat kapal perang Iran itu sedang dalam perjalanan kembali ke negaranya setelah mengikuti latihan militer multinasional yang diselenggarakan Angkatan Laut India.

Dalam latihan dua tahunan tersebut, Presiden India Droupadi Murmu bahkan sempat berfoto bersama awak kapal IRIS Dena ketika kapal itu bersandar di Visakhapatnam, pantai timur India.

Serangan Torpedo di Perairan Internasional

Menurut laporan, IRIS Dena meninggalkan pelabuhan Visakhapatnam pada 26 Februari. Kapal itu kemudian diserang di perairan internasional, tidak jauh dari perairan teritorial Sri Lanka, pada dini hari 4 Maret waktu setempat.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengonfirmasi serangan tersebut dan menegaskan bahwa tindakan itu merupakan bagian dari eskalasi konflik Washington terhadap Teheran.

“Sebuah kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional diserang oleh kapal selam Amerika. Kapal itu tenggelam oleh torpedo. Kematian yang sunyi,” kata Hegseth dalam pernyataannya di Pentagon.

Serangan ini menewaskan lebih dari 80 pelaut Iran. Tim penyelamat Angkatan Laut Sri Lanka dilaporkan menemukan puluhan jenazah dan mengevakuasi 32 korban selamat, termasuk komandan kapal dan beberapa perwira senior. Sementara itu, lebih dari 100 awak lainnya masih dinyatakan hilang.

Iran Murka: AS Akan Menyesal

Pemerintah Iran bereaksi keras atas tenggelamnya kapal tersebut. Teheran menekankan bahwa IRIS Dena berada di kawasan jauh dari wilayah Iran dan baru saja menjadi tamu Angkatan Laut India dalam latihan militer internasional.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam serangan tersebut sebagai tindakan agresi di laut.

“Amerika Serikat telah melakukan kekejaman di laut, sekitar 2.000 mil dari pantai Iran,” kata Araghchi. “Ingat kata-kata saya: Amerika akan sangat menyesali preseden yang telah mereka ciptakan.”

India Ikut Terseret Dampak Geopolitik

Peristiwa ini juga memunculkan kekhawatiran di India. Sejumlah analis militer menilai serangan terhadap kapal Iran yang baru saja mengikuti latihan bersama Angkatan Laut India memperlihatkan keterbatasan pengaruh New Delhi di kawasan Samudra Hindia.

Mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut India, Laksamana Madya (Purn) Shekhar Sinha, mengaku sempat bertemu langsung dengan para pelaut Iran saat parade dalam latihan tersebut.

“Saya bertemu mereka dan sangat terkesan, terutama dengan parade para pelaut yang telah berlayar ribuan mil,” kata Sinha.

Ia menyebut tenggelamnya kapal tersebut menjadi pengingat keras bahwa perang tidak mengenal etika.

“Selalu menyedihkan melihat sebuah kapal tenggelam. Tetapi dalam perang, emosi tidak berlaku. Tidak ada yang benar-benar etis dalam perang,” ujarnya.

Menurut Sinha, kawasan Samudra Hindia sebelumnya dianggap relatif aman bagi aktivitas maritim dan jalur energi global. Namun peristiwa ini menunjukkan bahwa konflik Timur Tengah kini mulai merembet ke kawasan tersebut.

“Pertempuran yang sedang berlangsung kini telah mencapai halaman belakang India,” kata Sinha.

Ia menambahkan bahwa ruang kebebasan yang selama ini dirasakan India di kawasan Samudra Hindia kini semakin menyempit seiring meningkatnya rivalitas geopolitik global. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow