Kampanye Kebersihan di Dusun Krajan: Mahasiswa UNISMA dan Warga Bersatu Lawan Sampah
Mahasiswa UNISMA menggelar kampanye kebrsihan yang dilaksanakan di Dusun Krajan, Sukoanyar, Wajak, Malang, Jumat (20/2/2026).
MALANG Mahasiswa UNISMA menggelar kampanye kebrsihan yang dilaksanakan di Dusun Krajan, Sukoanyar, Wajak, Malang, Jumat (20/2/2026).
Kampanye ini didukung penuh oleh warga RT 02 RW 01 dan dipimpin langsung oleh Sukarno selaku Ketua RT.
Mahasiswa Kuliah Sosial Masyarakat Terpadu (KSM-T) Kelompok 43 dari Universitas Islam Malang (UNISMA), berkampanye lewat berbagai kegiatan, termasuk peletakan plang himbauan kebersihan dan penyediaan tempat sampah menjadi sorotan.
Inisiatif ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk mengubah kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan yang selama ini merusak keindahan desa. Dengan bahasa yang menarik dan gambar yang edukatif, plang-plang tersebut dipasang untuk mengingatkan setiap warga tentang tanggung jawab bersama menjaga kebersihan.
Acara ini diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNISMA, dengan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Mohammad Rizal, SE., ME., yang memastikan kegiatan berjalan lancar dan berdampak positif.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dinamis, dimulai dengan penyebaran plang himbauan di tiga titik strategis yang sering menjadi lokasi pembuangan sampah liar. Tak hanya itu, tim juga menyediakan tempat sampah di empat titik krusial, seperti dekat rumah warga, area bermain anak, dan jalur utama desa.
Didampingi langsung oleh Sukarno, mahasiswa KSM-T Kelompok 43 bekerja sama dengan warga setempat untuk memastikan instalasi dilakukan dengan tepat. Proses ini tidak hanya teknis, tapi juga melibatkan diskusi ringan dengan penduduk, membangun rasa kepemilikan atas fasilitas baru tersebut. Sebelumnya, minimnya tempat sampah membuat banyak warga, terutama anak kecil, kurang sadar akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Kini, dengan adanya fasilitas ini, diharapkan pola pikir berubah, dari sekadar himbauan verbal menjadi aksi nyata yang mudah diikuti.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Alasan di balik kegiatan ini sederhana namun mendalam: membangkitkan kesadaran kolektif tentang kebersihan lingkungan. Sukarno dan beberapa warga menunjukkan antusiasme tinggi, karena selama ini desa mereka kerap terganggu oleh tumpukan sampah yang mengundang penyakit dan merusak estetika.
"Kami sering melihat anak-anak kecil membuang permen bungkus sembarangan, dan itu jadi kebiasaan buruk yang menular," ujar salah seorang warga. Melalui kampanye ini, mahasiswa UNISMA ingin menekankan bahwa kebersihan bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi milik semua pihak. Tujuannya jelas: menciptakan Dusun Krajan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali, sekaligus mencegah dampak jangka panjang seperti pencemaran air dan tanah.
Bapak Sukarno, Ketua RT 02, menyampaikan apresiasinya. "Saya sangat senang dengan inisiatif mahasiswa UNISMA ini. Sebelumnya, kami kesulitan karena kurangnya fasilitas, tapi sekarang dengan plang dan tempat sampah baru, warga pasti lebih termotivasi. Ini langkah awal menuju desa yang lebih baik," paparnya.
Sementara itu, Zhafran Nabil A Qidzir Anam, Koordinator Desa Kelompok 43 mengatakan pihaknya tak hanya memberi himbauan, tapi juga solusi langsung. "Harapannya, warga mulai sadar bahwa membuang sampah pada tempatnya adalah investasi untuk masa depan anak cucu kita," jelasnya. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Malang, membuktikan bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat bisa membawa perubahan nyata. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
*)Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 43 Universitas Islam Malang (UNISMA)
Apa Reaksi Anda?