Jurnalis di Bondowoso Lakukan Aksi Solidaritas untuk Tiga Jurnalis yang Disandera Israel

Puluhan jurnalis di Kabupaten Bondowoso menggelar aksi damai, sebagai bentuk solidaritas terhadap tiga jurnalis Indonesia yang disandera militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.

Mei 21, 2026 - 15:01
Jurnalis di Bondowoso Lakukan Aksi Solidaritas untuk Tiga Jurnalis yang Disandera Israel

BONDOWOSO - \Puluhan jurnalis di Kabupaten Bondowoso menggelar aksi damai, sebagai bentuk solidaritas terhadap tiga jurnalis Indonesia yang disandera militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.

Aksi yang digelar di Monumen Gerbong Maut, Alun-alun Bondowoso, Kamis (21/5/2026), diikuti sekitar 20 jurnalis dari berbagai media nasional maupun regional. 

Mereka menyampaikan orasi, membentangkan poster kecaman terhadap militer Israel, serta menyerukan perlindungan terhadap kebebasan pers dan keselamatan jurnalis di wilayah konflik.

Korlap aksi, Muarif mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian sesama insan pers terhadap nasib tiga jurnalis Indonesia yang hingga kini masih ditahan.

“Tiga jurnalis Indonesia sedang menjalankan tugas jurnalistik dalam misi kemanusiaan internasional. Karena itu kami mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomatik maksimal agar mereka bisa dibebaskan dan dipulangkan dengan selamat,” kata Muarif.

Tiga jurnalis yang ditahan yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika.co.id, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV. Mereka tergabung bersama sembilan warga negara Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menuju Gaza.

Selain menjalankan peliputan, para jurnalis dan relawan tersebut juga dilaporkan ikut dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang dicegat militer Israel di perairan internasional.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan empat tuntutan utama. Pertama, mendesak pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomasi secara maksimal dengan Israel demi membebaskan tiga jurnalis Indonesia yang disandera.

Kedua, menegaskan bahwa kerja jurnalistik harus dihormati dan dilindungi sesuai prinsip kemanusiaan dan kebebasan pers. Ketiga, mendorong keterlibatan lembaga internasional untuk memastikan keselamatan jurnalis dan warga sipil. 

Keempat, meminta perlindungan terhadap jurnalis yang menjalankan tugas peliputan di wilayah konflik.

Muarif menegaskan, jurnalisme bukan tindakan kriminal sehingga para jurnalis yang menjalankan tugas kemanusiaan harus mendapat perlindungan.

“Keselamatan jurnalis harus menjadi prioritas utama. Jurnalisme bukan kejahatan,” tegasnya.

Aksi damai berlangsung tertib dan menjadi simbol solidaritas insan pers Bondowoso terhadap rekan-rekan jurnalis Indonesia yang tengah menghadapi situasi konflik internasional. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow