Jemaah Haji Indonesia Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Imbau Patuhi Jadwal dan Aturan Ihram

Jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan menuju Arafah secara bertahap. Kementerian Haji mengimbau jemaah mematuhi jadwal dan aturan selama ihram.

Mei 26, 2026 - 20:01
Jemaah Haji Indonesia Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Imbau Patuhi Jadwal dan Aturan Ihram

MAKKAH - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap menuju Arafah untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, mengatakan proses pergerakan jemaah dilakukan pada hari ke-34 operasional penyelenggaraan ibadah haji atau bertepatan dengan 8 Zulhijah 1447 Hijriah.

“Jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap dari hotel masing-masing menuju Arafah untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji,” ujar Maria dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan proses keberangkatan dibagi dalam tiga tahap, yakni pukul 07.00 waktu Arab Saudi, pukul 11.30 waktu Arab Saudi, dan tahap terakhir pukul 16.30 waktu Arab Saudi.

Maria mengimbau seluruh jemaah untuk mengikuti jadwal yang telah ditetapkan serta tidak bergerak sendiri di luar rombongan.

“Kami menghimbau seluruh jemaah untuk mengikuti jadwal yang telah ditentukan, tidak mendahului rombongan, dan mematuhi arahan petugas kloter serta pembimbing ibadah,” katanya.

Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah juga mengingatkan jemaah agar memperhatikan ketentuan selama masa ihram.

Bagi jemaah laki-laki, kata Maria, tidak diperbolehkan mengenakan pakaian berjahit yang membentuk anggota tubuh, menggunakan penutup kepala yang melekat seperti peci maupun sorban, serta alas kaki yang menutup mata kaki dan tumit.

Sementara bagi jemaah perempuan, larangan selama ihram antara lain menggunakan cadar dan sarung tangan.

Seluruh jemaah juga diingatkan untuk menghindari tindakan yang dapat membatalkan atau mengurangi kekhusyukan ibadah, seperti memotong kuku, mencabut rambut, memakai wewangian setelah niat ihram, hingga menghindari pertengkaran. 

“Kami juga mengimbau jemaah untuk menjaga lisan dan perilaku, serta menghindari ucapan maupun tindakan yang dapat mengurangi kekhusyukan ibadah,” ujar Maria. (*/MCH 2026)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow