Jalur Klemuk Batu Ditutup untuk Mobil saat Mudik Lebaran 2026, Hanya Boleh Dilalui Motor
Jalur alternatif Klemuk penghubung Kota Batu dan Kabupaten Malang hanya boleh dilalui kendaraan roda dua selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 demi meningkatkan keselamatan.
BATU Jalur alternatif Klemuk yang menghubungkan Kota Batu dengan Kabupaten Malang dipastikan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kebijakan ini membuat jalur tersebut hanya dapat digunakan oleh kendaraan roda dua demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Penyesuaian pengaturan lalu lintas tersebut dilakukan Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Perhubungan Kota Batu setelah rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang dipimpin Wali Kota Batu Nurochman pada 9 Maret 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Susetya Herawan, menegaskan bahwa setiap menjelang Hari Raya Idulfitri biasanya terjadi peningkatan signifikan volume kendaraan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena medan Bukit Klemuk memiliki kemiringan cukup ekstrem dan berisiko bagi kendaraan roda empat, terutama bagi pengendara yang belum familiar dengan jalur tersebut.
“Sekali lagi, Pemkot Batu bersama Polres Batu mengimbau dengan sangat bahwa Jalur Bukit Klemuk–Songgoriti tidak diperuntukkan bagi kendaraan roda empat atau lebih. Jalur ini hanya dikhususkan bagi kendaraan roda dua,” katanya, Rabu (11/3/2026).
Sebagai alternatif, seluruh kendaraan roda empat yang menuju pusat Kota Batu maupun ke arah Pujon dan Kabupaten Malang diarahkan melalui Jalur Payung di Jalan Brigjen Moh. Manan.
“Nanti, petugas gabungan akan disiagakan di sejumlah titik strategis untuk memastikan pengendara tidak memaksakan diri melintasi jalur Klemuk,” katanya.
Kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan sejumlah catatan kecelakaan yang pernah terjadi di jalur tersebut, termasuk kasus kendaraan yang mengalami rem blong.
“Dengan pengalihan arus kendaraan roda empat ke Jalur Payung, pemerintah berharap arus mudik maupun wisata selama libur Lebaran di wilayah Kota Batu dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan terkendali,” harapnya.
Sementara itu, relawan Jalur Klemuk, Suliyanton yang akrab disapa Ajunk, mengatakan kebijakan tersebut akan mulai diterapkan selama momentum Idulfitri guna mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur yang dikenal memiliki medan cukup ekstrem.
“Untuk Lebaran tahun ini Jalur Klemuk tetap dibuka dari arah atas maupun bawah, tetapi hanya untuk kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat tidak diperbolehkan melintas,” ujarnya.
Ia menjelaskan aturan tersebut berbeda dengan pengaturan lalu lintas pada tahun sebelumnya. Saat itu kendaraan roda empat masih diperbolehkan melintas dengan sistem pembagian lajur.
“Kalau tahun lalu satu lajur dipakai kendaraan roda empat dan dua lajur untuk roda dua. Namun tahun ini jalurnya khusus untuk kendaraan roda dua saja,” jelasnya.
Ajunk berharap pembatasan kendaraan ini dapat meminimalisir potensi kecelakaan, termasuk insiden kendaraan mengalami rem blong yang pernah terjadi sebelumnya.
“Harapannya tahun ini tidak ada kejadian seperti tahun-tahun sebelumnya. Kondisi jalur penyelamat saat ini juga masih terbatas, bahkan pasirnya mulai berkurang,” ungkapnya.
Ia menambahkan saat ini di Jalur Klemuk baru tersedia satu jalur penyelamat untuk mengantisipasi kendaraan yang mengalami gangguan rem. Sementara rencana penambahan jalur penyelamat tambahan hingga kini belum terealisasi.
“Kami sebelumnya sempat mengusulkan penambahan satu hingga dua jalur penyelamat melalui anggaran kelurahan sekitar Rp150 juta. Pembahasannya sudah hampir disepakati, tetapi pada tahap akhir rencana tersebut belum terealisasi,” tuturnya.(*)
Apa Reaksi Anda?