Jalan Darurat Kaliireng Banjarnegara Sudah Bisa Dilalui, Warga Diminta Waspada
Jalan darurat penghubung Pejawaran-Batur di Desa Ratamba, Banjarnegara mulai bisa dilalui motor. BPBD ingatkan kerawanan longsor karena posisi jalan di bibir sungai.
BANJARNEGARA - Jalan darurat yang menghubungkan Kecamatan Pejawaran dan Batur, Banjarnegara, tepatnya di Dusun Kaliireng, Desa Ratamba, kini sudah dapat dilalui kendaraan bermotor pada Rabu (15/4/2026). Jalur ini sebelumnya putus total akibat longsor beberapa waktu lalu.
Meski sudah bisa dilalui, para pengendara sepeda motor diimbau untuk ekstra hati-hati. Pasalnya, kondisi jalan alternatif tersebut sangat licin saat diguyur hujan. Warga diminta mematuhi papan peringatan yang telah dipasang petugas di lokasi.
Kepala Desa Ratamba, Juniawan, menyampaikan bahwa pembuatan jalan darurat tersebut merupakan inisiatif warga secara swadaya. Lahan yang digunakan untuk jalur sementara ini juga merupakan tanah milik warga setempat.
“Warga menilai ruas jalan ini sangat vital karena merupakan nadi perekonomian bagi masyarakat di wilayah utara Banjarnegara,” ungkap Juniawan.
Sebagai informasi, akibat intensitas hujan tinggi, ruas jalan Kaliireng di Desa Ratamba mengalami longsor dan memutus total jalur Pejawaran-Batur pada Rabu (4/3/2026) lalu. Selama akses terputus, warga dan pelajar harus memutar jauh melalui jalur Karangkobar atau Pagentan untuk mencapai tujuan.
Titik longsor ini diketahui berada tidak jauh dari kawasan tanah bergerak yang sempat memicu relokasi puluhan rumah beberapa bulan lalu. Material longsoran di lokasi tersebut langsung hanyut terbawa aliran Kaliireng.
BPBD: Lokasi Jalan Darurat Tidak Direkomendasikan Jangka Panjang
Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, mengingatkan bahwa sekitar 70 persen wilayah Banjarnegara tergolong rawan bencana alam. Ia menginstruksikan seluruh elemen, termasuk Dinas Sosial, PMI, dan BPBD, untuk selalu bersinergi menghadapi puncak musim penghujan.
Senada dengan Bupati, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aji Piluroso, meminta pengendara tetap waspada karena lokasi jalan darurat saat ini berada sangat dekat dengan bibir sungai dan rawan longsor susulan.
“Berdasarkan keterangan BMKG, curah hujan saat ini masih tinggi. Kami meminta pengendara waspada karena lokasi ini rawan,” kata Aji saat meninjau Desa Ratamba, Rabu (15/4/2026).
Aji mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil kajian Badan Geologi dan akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), lokasi yang saat ini digunakan sebagai jalan darurat sebenarnya tidak direkomendasikan untuk jangka panjang. Hasil kajian menunjukkan titik aman pembangunan jalan permanen seharusnya berjarak 50 hingga 100 meter dari bibir sungai.
“Pemerintah Kabupaten melalui Dinas PUPR Banjarnegara tengah memetakan ulang lokasi jalan yang aman berdasarkan hasil kajian teknis. Kami terus berupaya mencari solusi permanen untuk penanganan putusnya akses di Desa Ratamba,” pungkas Aji. (*)
Apa Reaksi Anda?