Identitas Baru, Argo Bromo Anggrek Berganti Nama Jadi KA Anggrek

KAI mengganti nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026. Perubahan ini tidak memengaruhi jadwal, layanan, maupun tiket penumpang.

Mei 5, 2026 - 13:31
Identitas Baru, Argo Bromo Anggrek Berganti Nama Jadi KA Anggrek

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia atau KAI mengumumkan perubahan nama layanan kereta api Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek mulai 9 Mei 2026. Perubahan ini disebut sebagai bagian dari penyederhanaan identitas layanan tanpa memengaruhi operasional maupun hak penumpang.

Informasi tersebut disampaikan KAI melalui akun Instagram resminya, Senin (5/5/2026). Dalam pernyataannya, KAI menegaskan bahwa pergantian nama tidak diikuti perubahan jadwal perjalanan maupun kelas layanan. Sebagai informasi, KA Angrek melayani relasi Surabaya Pasarturi Gambir PP, via Semarang Tawang dan Cirebon.

“Mulai tanggal 9 Mei 2026, KA Argo Bromo Anggrek hadir dengan identitas baru menjadi KA Anggrek,” tulis KAI.

KAI menjelaskan, perubahan nama ini mengusung semangat pembaruan dengan tetap mempertahankan nilai historis layanan yang telah dikenal masyarakat. Penyederhanaan nama dinilai sebagai langkah untuk memperkuat identitas sekaligus memudahkan pelanggan dalam mengenali layanan tersebut.

Menurut KAI, nama “Anggrek” dipilih karena merepresentasikan ketahanan, kemampuan beradaptasi, serta ketenangan. Identitas baru ini diharapkan tetap menghadirkan citra perjalanan yang elegan, namun lebih sederhana dan mudah diingat.

Meski terjadi perubahan nama, KAI memastikan tiket yang telah dibeli dengan nama KA Argo Bromo Anggrek tetap berlaku. Penumpang dapat menggunakan tiket tersebut untuk perjalanan KA Anggrek sesuai jadwal dan kelas pelayanan yang telah dipilih sebelumnya.

Pengumuman ini muncul di tengah perhatian publik terhadap rangkaian KA Argo Bromo Anggrek setelah dalam beberapa hari terakhir terlibat dalam dua insiden.

Pada Jumat (1/5/2026) dini hari, kereta tersebut menabrak mobil rombongan pengantar haji di perlintasan swadaya di Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Peristiwa itu menyebabkan lima orang meninggal dunia.

Sebelumnya, pada Senin (27/4/2026) malam, rangkaian KA Argo Bromo Anggrek juga terlibat kecelakaan dengan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur. Insiden terjadi setelah KRL berhenti akibat tertemper kendaraan di perlintasan sebidang, sementara KA Argo Bromo Anggrek tidak sempat berhenti penuh dan menabrak rangkaian tersebut.

Jumlah korban jiwa dalam peristiwa di Bekasi Timur dilaporkan mencapai 16 orang, dengan puluhan lainnya mengalami luka dan masih menjalani perawatan.

Dalam pengumuman resminya, KAI tidak mengaitkan pergantian nama menjadi KA Anggrek dengan rangkaian insiden tersebut. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow