Guru Besar UI Sebut Candi Gong Sidamulya Sebagai Warisan Sejarah Tegal

Nama 'Candi Gong' konon muncul dari cerita masyarakat setempat yang sering mendengar suara gong mengiringi alunan Gamelan Jawa, sehingga warga menamakan situs ini sesuai legenda lokal.

Maret 11, 2026 - 15:00
Guru Besar UI Sebut Candi Gong Sidamulya Sebagai Warisan Sejarah Tegal

TEGAL Desa Sidamulya, yang berada di Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, menyimpan salah satu situs bersejarah penting, yaitu Candi Gong. Situs ini terletak di area sawah dikelilingi pematang dekat aliran Sungai Pagerwangi, 

Jejak bersejarah ini menjadi bukti nyata jejak peradaban Hindu-Buddha di wilayah Tegal.

Nama 'Candi Gong' konon muncul dari cerita masyarakat setempat yang sering mendengar suara gong mengiringi alunan Gamelan Jawa, sehingga warga menamakan situs ini sesuai legenda lokal.

Memancing Minat Arkeolog

Pada tahun 2008, Candi Gong menjadi objek penelitian oleh para arkeolog dan peneliti sejarah.

Dalam penelitian tersebut ditemukan berbagai artefak penting, termasuk batu bata berukir dan arca yang kini disimpan di museum sekolah Kota Slawi. 

Beberapa batu bata dengan relief unik kabarnya bahkan dibawa ke Perancis untuk penelitian lebih mendalam. Temuan ini menunjukkan adanya teknik pembangunan percandian yang cermat dan menunjukkan nilai sejarah tinggi dari Candi Gong.

Salah satu fitur paling menonjol adalah Yoni yang berada di atas tumpukan batu bata.

Yoni ini berukuran panjang 30 cm, lebar 20 cm, dan ketebalan 8 cm dengan posisi Yoni menandai puncak struktur candi, yang memberikan indikasi fungsi ritual situs ini pada masa lampau. 

Menurut Slamet Haryanto yang dikenal sebagai Slamet Gelang, pegiat sejarah dan situs cagar budaya di Kabupaten Tegal, struktur bangunan Candi Gong masih jelas terlihat, meski sebagian area sudah tergerus waktu.

Situs-Candi-Watugong.jpg

"Kehadiran Prof. Agus Aris Munandar, Guru Besar Arkeologi dan Ilmu Budaya dari Universitas Indonesia guna melakukan survei di empat titik lokasi jejak Candi di Kabupaten Tegal," terangnya pada TIMES Indonesia, Rabu (11/3/2026).

Lebih lanjut dijelaskan emoat titik tersebut yakni Candi Gong Desa Sidamulya,  Candi Asu Selapura dan Candi Bulus Pedagangan serta Kesuben Candi Kesuben.

"Jadi dari keempat titik tersebut, hanya Candi Gong di Desa Sidamulya yang masih dianggap memungkinkan untuk restorasi." ujar Slamet Gelang.

Harapan di Proses Restorasi

Restorasi Candi ini diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian situs, tetapi menjadi media wisata edukasi untuk masyarakat, khususnya generasi muda yang perlu mengenal sejarah lokal.

Kepala Desa Sidamulya, Muhamad Kodri, menekankan pentingnya menjaga situs ini agar tidak hilang.

Menurutnya, Candi Gong memiliki nilai budaya dan edukasi yang tinggi, terlebih bagi warga yang sebagian besar merupakan pendatang dari wilayah lain seperti Cacaban. 

Slamet Gelang menambahkan bahwa untuk restorasi harus mendapatkan ijin  rekomendasi dari Balai Cagar Budaya dan Puslitbang Arkeologi Jakarta, sehingga penanganannya profesional dan sesuai standar arkeologi.

Ia berharap, pendataan dan penelitian berkelanjutan dan diharapkan dapat mengungkap lebih banyak bukti terkait peradaban Hindu-Buddha di wilayah ini.

Candi Gong juga menyimpan sisi mistis yang menjadi bagian dari budaya lokal. Suara gong emas yang konon terdengar di lokasi candi menjadi inspirasi penamaan situs ini. 

Cerita tersebut menambah dimensi kultural yang tidak hanya bersifat material, tetapi juga spiritual.

Restorasi Identitas Budaya

Dengan adanya penelitian dan rencana restorasi, Candi Gong berpotensi menjadi simbol sejarah dan identitas budaya masyarakat Desa Sidamulya.

Secara keseluruhan, Candi Gong bukan hanya sekadar tumpukan batu bata dan arca, tetapi merupakan warisan budaya dan sejarah yang kaya. 

Upaya restorasi, pendataan, dan edukasi menjadi kunci agar situs ini tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. 

Kehadiran arkeolog profesional, aktivis lokal, dan dukungan pemerintah daerah menjadi langkah penting guna memastikan bahwa nilai sejarah Candi Gong tetap hidup di tengah masyarakat.

Dengan demikian, Candi Gong Sidamulya bukan hanya situs kuno, tetapi juga pusat edukasi dan identitas budaya yang memiliki potensi memperkaya sejarah Kabupaten Tegal. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow