Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah Sambut Dedie Tri Hariyadi sebagai Kajati Baru

Langit Ranah Minang menjadi saksi dimulainya babak baru penegakan hukum di Sumatera

Mei 4, 2026 - 21:31
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah Sambut Dedie Tri Hariyadi sebagai Kajati Baru

PADANG - Langit Ranah Minang menjadi saksi dimulainya babak baru penegakan hukum di Sumatera Barat.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyambut langsung kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar yang baru, Dedie Tri Hariyadi, di ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau, Senin (4/5/2026).

Momen ini bukan sekadar seremoni penyambutan pejabat baru, melainkan simbol dimulainya harapan baru terhadap wajah penegakan hukum yang lebih tegas, bersih, dan berintegritas di Ranah Minang.

Dedie resmi menggantikan Muhibuddin yang kini mengemban amanah sebagai Kajati Sumatera Utara.

Dengan rekam jejak panjang di Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Dedie bukan sosok baru dalam medan penegakan hukum.

Ia sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pelanggaran HAM Berat pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus - posisi strategis yang menuntut ketegasan, keberanian dan integritas tinggi dalam menangani perkara sensitif.

Kehadiran Dedie disambut lengkap jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, hingga unsur Kejati Sumbar - sebuah sinyal kuat bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan hukum yang kian kompleks.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah 2

“Selamat datang di Ranah Minang, Pak Kajati. Kami berharap kehadiran Bapak membawa energi baru dalam memperkuat kolaborasi dan menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan,” ujar Mahyeldi.

Namun, sorotan utama justru datang dari pernyataan tegas Dedie. Ia menolak melihat jabatan ini sebagai sekadar kursi kekuasaan. Baginya, ini adalah ujian integritas.

“Ini bukan hanya jabatan, tetapi amanah untuk menjaga marwah institusi dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum,” tegasnya.

Lebih jauh, Dedie mengisyaratkan arah kepemimpinannya: pembenahan internal secara menyeluruh, peningkatan profesionalisme, serta keberanian beradaptasi dengan dinamika zaman.

Ia menyadari bahwa publik kini semakin kritis, dan kepercayaan tidak bisa dibangun dengan retorika semata.

“Tantangan penegakan hukum hari ini semakin kompleks. Dibutuhkan langkah progresif, transparansi, dan keberanian untuk berbenah dari dalam,” ungkapnya.

Di bawah kepemimpinannya, Kejati Sumbar diharapkan tidak hanya menjadi institusi penegak hukum, tetapi juga wajah keadilan yang hadir, responsif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Kedatangan Dedie bukan sekadar pergantian pejabat - ini adalah momentum. Momentum untuk membuktikan bahwa hukum tidak hanya ditegakkan, tetapi juga dirasakan keadilannya oleh rakyat. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow