Gercep Tanpa APBD, Program RTLH Gotong Royong Yogyakarta Target 200 Rumah di 2026

Program ini dijalankan Pemkot Yogyakarta tanpa mengandalkan anggaran pemerintah, melainkan melalui kolaborasi lintas sektor berbasis gotong royong.

April 12, 2026 - 19:30
Gercep Tanpa APBD, Program RTLH Gotong Royong Yogyakarta Target 200 Rumah di 2026

YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Yogyakarta) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup warganya melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Uniknya, program ini dijalankan tanpa mengandalkan anggaran pemerintah, melainkan melalui kolaborasi lintas sektor berbasis gotong royong.

Pada Minggu (12/4/2026), perbaikan RTLH dilakukan di dua titik, yakni di Kelurahan Purwokinanti dan Kelurahan Wirogunan. Dua rumah milik warga kurang mampu menjadi sasaran program, masing-masing milik Oka Rahadian Behta dan Partini, 70 tahun.

Program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Di antaranya, kontribusi Corporate Social Responsibility (CSR) dari DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY melalui DM Property yang memberikan bantuan sebesar Rp20 juta untuk setiap rumah.

Selain itu, bantuan material berupa semen juga disalurkan oleh sejumlah instansi, termasuk Wali Kota Yogyakarta, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pertanian dan Pangan.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa program RTLH difokuskan pada hunian warga yang sudah tidak memenuhi standar kesehatan dan kelayakan, terutama bagi kelompok rentan.

“Masih ada rumah dengan kondisi dapur, kamar, dan WC yang menyatu. Ini tentu tidak sehat, apalagi jika dihuni anak-anak. Kondisi seperti ini harus segera ditangani,” ujarnya saat meninjau lokasi.

Menurutnya, pendekatan gotong royong menjadi solusi efektif, terutama untuk rumah-rumah yang terkendala masalah administrasi lahan sehingga tidak bisa dibiayai melalui APBD atau APBN.

“Tanpa APBD dan APBN, program ini tetap berjalan karena adanya kolaborasi. Ini solusi nyata untuk masyarakat yang selama ini terkendala status tanah,” jelasnya.

Program RTLH berbasis gotong royong ini bukan kali pertama dilakukan. Pada tahun 2025, sebanyak 82 rumah berhasil diperbaiki melalui skema serupa. Tahun ini, Pemkot Yogyakarta menargetkan peningkatan signifikan dengan memperbaiki hingga 200 rumah.

“Target kami tahun 2026 ini bisa mencapai 200 rumah. Dengan semangat gotong royong, kami optimistis bisa mewujudkannya,” tambah Hasto.

Salah satu penerima manfaat, Partini (70), warga Kelurahan Wirogunan, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia telah menempati rumah tersebut sejak kecil dan kerap menghadapi banjir karena lokasinya yang berada di dekat sungai.

“Alhamdulillah, saya sangat senang. Dari dulu tinggal di sini, sering kebanjiran. Sekarang mau diperbaiki,” tuturnya haru.

Partini diketahui tinggal bersama anak dan cucunya dengan kondisi ekonomi terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja sebagai asisten rumah tangga dan berjualan kecil-kecilan.

“Penghasilan cukup untuk makan saja. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Program RTLH ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dan kepedulian sosial mampu menghadirkan solusi di tengah keterbatasan anggaran.

Pemkot Yogyakarta berharap, gerakan ini tidak hanya memperbaiki fisik rumah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Dengan target ambisius 200 rumah di tahun 2026, program ini diharapkan mampu menjadi model pembangunan berbasis gotong royong yang dapat direplikasi di daerah lain. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow