Empat Kali Sekadar 'Numpang Lewat', Exit Tol Kraksaan Tak Kunjung Diresmikan

Buka-tutup Exit Tol Kraksaan di momen Lebaran 2026 jadi sorotan. Pelaku UMKM berharap akses ini segera diresmikan demi dongkrak ekonomi dan pariwisata Probolinggo.

Maret 17, 2026 - 17:30
Empat Kali Sekadar 'Numpang Lewat', Exit Tol Kraksaan Tak Kunjung Diresmikan

PROBOLINGGO Momen liburan Hari Raya Idul Fitri 1447 H rupanya kembali memanfaatkan Tol Probowangi untuk mengurai benang kusut kemacetan di jalur Pantura. Namun pada lebaran ini, Exit Tol Kraksaan rupanya telah kali keempat dibuka sebagai jalur darurat musiman.

Siklus buka-tutup ini dimulai sejak debut perdananya pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Setelah itu, gerbang tol ini kembali dibuka dengan status yang sama pada Lebaran 2025, berlanjut ke Nataru 2025, dan kini terulang lagi di Lebaran 2026.

Selama empat musim libur panjang tersebut, publik seolah hanya diberi kesempatan untuk "numpang lewat". Tidak ada perubahan status operasional yang berarti. 

Pengguna jalan tetap harus tunduk pada batasan waktu yang ketat, di mana jalur ini hanya boleh diakses pada rentang pukul 06.00 hingga 16.00 WIB. Lewat dari batas waktu tersebut, portal ditutup dan kendaraan kembali dialihkan ke jalan arteri nasional.

Kondisi ini tentu menjadi sorotan bagi jalannya proyek infrastruktur tersebut. Empat kali masa uji coba operasional di momen-momen puncak volume kendaraan semestinya sudah memberikan landasan evaluasi teknis yang matang bagi pihak pelaksana proyek dan pengelola jalan tol.

"Sejak tahun 2024 sampai sekarang masih dibuka fungsional. Harusnya ini sudah dibuka secara resmi. Jangan hanya ketika di momen-momen tertentu saja," ungkap Faqih, salah satu pengguna jalan asal Probolinggo.

Selain itu, pembukaan secara resmi untuk Exit Tol Kraksaan sangat dinanti oleh pelaku UMKM. Selain untuk menunjang wisata, juga untuk membantu mendongkrak ekonomi pelaku UMKM.

"Kalau dibuka resmi pasti akan berdampak pada wisata dan ekonomi lokal. Para wisatawan yang libur akan semakin segan karena jalur yang mudah dan cepat," ungkap Suraji salah datu pelaku UMKM asal Kraksaan.

Kini, masyarakat dan pengguna jalan menuntut kepastian. Harapannya, operasional fungsional pada Lebaran 2026 ini benar-benar menjadi yang terakhir kalinya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow