Dukungan Warga Jadi Kunci Reaktivasi Bandara Husein, Pemkot Bandung Perkuat Sosialisasi

Pemkot Bandung gandeng warga sekitar Bandara Husein dukung reaktivasi lewat kepatuhan KKOP demi keselamatan penerbangan dan penguatan ekonomi kota.

Juli 28, 2026 - 14:31
Dukungan Warga Jadi Kunci Reaktivasi Bandara Husein, Pemkot Bandung Perkuat Sosialisasi

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung mengajak masyarakat mengambil peran aktif dalam mendukung rencana reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara.

Dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui harapan agar bandara kembali beroperasi, tetapi juga dengan kepatuhan terhadap ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) yang menjadi salah satu syarat utama keselamatan penerbangan.

Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) yang digelar di Balai Kota Bandung.

Kegiatan tersebut melibatkan camat, lurah, ketua RW, serta tokoh masyarakat dari wilayah yang berada di sekitar Bandara Husein Sastranegara sebagai ujung tombak penyampaian informasi kepada masyarakat.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Bandung, Bira Gumbira, mengatakan keberhasilan reaktivasi Bandara Husein tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur maupun pengelola bandara. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting agar operasional bandara dapat berjalan aman, lancar, dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan keselamatan penerbangan. Aparat kewilayahan diharapkan dapat meneruskan informasi tersebut kepada warga sehingga aturan terkait KKOP dipahami dan dipatuhi secara luas.

"Reaktivasi Bandara Husein membutuhkan dukungan semua pihak. Kami berharap camat, lurah, RT, RW, hingga tokoh masyarakat dapat ikut menyosialisasikan ketentuan KKOP kepada warga di lingkungannya masing-masing," ujar Bira, Selasa (28/07/2026).

Menurut Bira, terdapat tiga kecamatan yang berbatasan langsung dengan kawasan Bandara Husein Sastranegara, yakni Kecamatan Cicendo, Andir, dan sebagian Sukajadi. Ketiga wilayah tersebut memiliki posisi strategis dalam menjaga keselamatan penerbangan karena berada pada jalur operasional pesawat.

Ia menjelaskan, Bandara Husein memiliki karakteristik sebagai city airport yang berada di tengah kawasan perkotaan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap aktivitas di sekitar bandara menjadi lebih penting dibandingkan bandara yang berada di luar kawasan permukiman.

Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diingatkan mengenai berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

Di antaranya pembangunan gedung yang melebihi batas ketinggian yang diizinkan, pemasangan reklame atau menara tanpa memperhatikan ketentuan, penggunaan sinar laser yang diarahkan ke pesawat, permainan layang-layang di sekitar jalur penerbangan, hingga penggunaan lampu berintensitas tinggi yang dapat mengganggu pandangan pilot.

"Seluruh ketentuan ini menjadi bagian dari indikator yang dinilai pemerintah pusat dalam menentukan kesiapan operasional sebuah bandara. Karena itu, partisipasi masyarakat sangat diperlukan," katanya.

Selain aspek keselamatan, Pemkot Bandung juga melihat reaktivasi Bandara Husein sebagai momentum untuk menggerakkan kembali perekonomian daerah.

 Kehadiran bandara yang beroperasi secara optimal diyakini akan meningkatkan konektivitas Kota Bandung dengan berbagai daerah, sekaligus memberikan dampak positif terhadap sektor perdagangan, jasa, pariwisata, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bira meminta para camat dan lurah terus melanjutkan sosialisasi kepada masyarakat setelah kegiatan tersebut selesai. Langkah itu dinilai penting agar informasi mengenai KKOP tidak berhenti pada forum resmi, melainkan menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan bandara.

Sementara itu, Business Support Department Head PT Angkasa Pura Bandara Internasional Husein Sastranegara, Haryo, mengatakan proses persiapan reaktivasi bandara terus berjalan.

Berbagai pembenahan sarana dan prasarana, baik di dalam area bandara maupun kawasan pendukung di sekitarnya, dilakukan secara bertahap bersama Pemerintah Kota Bandung.

Ia menyampaikan harapan agar seluruh proses dapat berjalan sesuai rencana sehingga Bandara Husein dapat kembali melayani penerbangan dalam waktu dekat.

"Insyaallah pertengahan Agustus Bandara Husein sudah mulai kembali beroperasi. Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar seluruh proses berjalan lancar," ujar Haryo.

Haryo juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bandung yang telah melakukan berbagai perbaikan infrastruktur di sekitar kawasan bandara, mulai dari peningkatan kualitas jalan, drainase, penerangan jalan umum, hingga pembaruan marka jalan.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan pengelola bandara dalam mempersiapkan operasional kembali Bandara Husein.

Selain memperkuat konektivitas transportasi, beroperasinya kembali Bandara Husein diharapkan mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian Kota Bandung.

Meningkatnya mobilitas penumpang diperkirakan akan mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, perhotelan, kuliner, pariwisata, hingga pelaku usaha di sekitar kawasan bandara.

PT Angkasa Pura Indonesia, lanjut Haryo, juga berkomitmen melanjutkan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bagi masyarakat sekitar bandara.

Pemerintah kewilayahan dan para ketua RW diminta menyampaikan usulan program lebih awal agar dapat diakomodasi dalam perencanaan perusahaan.

Dengan kolaborasi seluruh pihak, reaktivasi Bandara Husein diharapkan tidak hanya menghadirkan layanan transportasi udara yang aman, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat Kota Bandung.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow