Dua Jemaah Haji Kota Malang Wafat di Tanah Suci, Mayoritas Jemaah Tetap Lancar Jalani Puncak Ibadah

Kabar duka datang dari rombongan jemaah haji asal Kota Malang. Dua jemaah dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji 2026 di Mekkah, Arab Saudi.

Mei 28, 2026 - 12:01
Dua Jemaah Haji Kota Malang Wafat di Tanah Suci, Mayoritas Jemaah Tetap Lancar Jalani Puncak Ibadah

MALANG - Kabar duka datang dari rombongan jemaah haji asal Kota Malang. Dua jemaah dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji 2026 di Mekkah, Arab Saudi.

Kedua jemaah tersebut merupakan bagian dari kloter 11 yang diberangkatkan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pada Kamis (23/4/2026) lalu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Malang, Elis Mufida, membenarkan kabar wafatnya dua jemaah tersebut. Keduanya meninggal karena sakit saat berada di Tanah Suci.

“Benar, ada dua jemaah haji asal Kota Malang yang meninggal dunia di Mekkah karena sakit,” ujar Elis, Kamis (28/5/2026).

Jemaah pertama yang wafat adalah Fajar Puja Sasmita, warga Kedungkandang, Kota Malang. Ia meninggal dunia pada 7 Mei 2026.

Sementara jemaah kedua, Fatkhurrahman Bin Mochsin, warga Pakis, meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit King Abdul Aziz Makkah Al Mukaromah pada 22 Mei 2026.

Elis menjelaskan, pihaknya belum dapat menyampaikan kronologi detail meninggalnya kedua jemaah tersebut karena seluruh penanganan dilakukan di Mekkah oleh petugas kloter dan tenaga kesehatan setempat.

“Untuk detail kronologis saat wafat mohon maaf belum bisa kami sampaikan. Yang mengetahui secara rinci adalah ketua kloter dan tenaga kesehatan yang bertugas di sana,” jelasnya.

Sesuai aturan pemerintah Arab Saudi, kedua jemaah telah dimakamkan di Mekkah pada hari yang sama setelah dinyatakan wafat.

Di tengah kabar duka itu, kondisi mayoritas jemaah haji asal Kota Malang dilaporkan tetap dalam keadaan baik. Seluruh rangkaian ibadah haji, termasuk puncak ibadah di Arafah hingga Mina, disebut berjalan lancar.

“Alhamdulillah, ibadah wukuf di Arafah berjalan lancar dan baik. Pelayanan syarikah dan PPIH Arab Saudi juga sangat baik,” ungkapnya.

Saat ini, para jemaah tengah menjalani prosesi lempar jumrah aqabah dan tahalul awal di Mina. Meski suhu di Mekkah mencapai 43 derajat Celsius pada siang hari, para jemaah asal Kota Malang disebut mampu beradaptasi dengan baik.

Menurut Elis, penerapan skema murur cukup membantu jemaah lanjut usia dan berisiko tinggi agar tetap bisa menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

“Skema murur sangat membantu bagi jamaah risiko tinggi dan lansia,” pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow