Dosen UNIPMA Beri Disiplin Positif dalam Lokakarya Program Sekolah Penggerak Angkatan 3

Sabtu (16/12/2023) Balai Besar Sekolah Penggerak (BBGP) Jawa Timur bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi menggelar Lokakarya

Desember 27, 2023 - 12:30
Dosen UNIPMA Beri Disiplin Positif dalam Lokakarya Program Sekolah Penggerak Angkatan 3

TIMESINDONESIA, NGAWI – Sabtu (16/12/2023) Balai Besar Sekolah Penggerak (BBGP) Jawa Timur bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi menggelar Lokakarya Disiplin Positif. Kegiatan ini merupakan rangkaian pendampingan sekolah penggerak yang digelar secara berkelanjutan. 

Lokakarya kali ini bertempat di SMPN 1 Ngawi dengan peserta dari jenjang PAUD/TK dan Sekolah Dasar dari Kabupaten Ngawi dan Kota Madiun. Kegiatan ini dilaksanakan selama 8 JP dengan narasumber dari Fasilitator Sekolah Penggerak (FSP). Salah satu FSP adalah Dr. Wachidatul Linda Yuhanna, M.Si, Dosen UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun). 

Kegiatan juga sebagai bentuk program pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan sekolah dari akademisi.

Lokakarya-unipma.jpg

Lokakarya disiplin positif ini bertujuan agar komite pembelajaran sekolah penggerak memahami pentingnya disiplin positif dalam membangun budaya positif di sekolah. Disiplin positif adalah pendekatan yang dalam mendisiplinkan bahkan membangun karakter anak tanpa menghukum. 

Disiplin positif menekankan pada tanggungjawab anak dan perilakunya, mengenai pengendalian diri serta kepercayaan bahwa anak mampu mengembangkan dan memahami bagaimana berperilaku yang pantas. Disiplin positif melibatkan semua komponen sekolah dalam menciptakan ekosistem sekolah yang kondusif.

“Selain penyampain materi disiplin positif, peserta lokakarya juga dibimbing untuk menyusun keyakinan kelas dan keyakinan sekolah, sebagai bentuk komitmen bersama dalam membentuk disiplin positif,” ungkap Dr. Linda Yuhanna, M.Si selaku fasilitator.  

Wachidatul.jpg

Pengawas, kepala sekolah dan guru juga melakukan sharing bagaimana mengelola suatu pelanggaran dengan tetap memperhatikan nilai-nilai humanisme tanpa adanya hukuman secara fisik maupun mental. 

“Sebuah pendekatan baru untuk mengajak peserta didik mempunyai motivasi dan kesadaran secara intrinsik dalam mengembangkan karakter dan budi pekertinya,” jelas Moh. Yusak, S.Pd., Pengawas dari SDN Randusongo 3 Kabupaten Ngawi. 

Lebih mendalam, semua peserta juga diminta untuk membuat rencana tindak lanjut untuk pengembangan disiplin positif di satuan pendidikan masing-masing. Harapannya sekolah memiliki grand project disiplin positif yang akan diimplementasikan pada semester genap tahun pelajaran 2023/2024. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow